TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Produksi padi di Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), menunjukkan lonjakan signifikan sepanjang 2025. Realisasi hasil panen tercatat meningkat 39,79 persen, seiring keberhasilan percepatan tanam dan sinergi program pertanian di daerah tersebut.
Capaian itu disampaikan Gubernur Kaltara Dr.H. Zainal A. Paliwang, S.H, M.Hum dalam kegiatan Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan Serentak bersama Presiden Prabowo Subianto yang digelar secara daring. Kegiatan tersebut dipusatkan di Desa Karang Agung, Kecamatan Tanjung Palas Utara, Kabupaten Bulungan, Rabu (07/01/26).
Dalam sambutannya, Gubernur Zainal mengungkapkan rasa syukur atas tren positif ketahanan pangan di Kaltara. Berdasarkan data Luas Tambah Tanam (LTT) padi Kabupaten Bulungan 2025, realisasi tanam hingga Desember mencapai 7.972,52 hektare atau 119,46 persen dari target 6.674 hektare.
“Tren realisasi bulanan menunjukkan peningkatan tajam pada September dan Oktober. Ini mencerminkan keberhasilan percepatan tanam dan sinergi program pertanian,” ujar Zainal.
Ia menjelaskan, capaian tersebut ditopang oleh kontribusi LTT padi reguler, oplah, CSR, serta padi gogo yang menjadi penyumbang terbesar. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan prioritas nasional sekaligus fondasi penting bagi stabilitas bangsa.
Pemprov Kaltara, kata Zainal, terus berkomitmen mengembangkan potensi lahan pertanian yang luas dengan dukungan sumber daya alam yang memadai serta pendampingan berkelanjutan bagi petani.
“Panen pada musim tanam Oktober 2025 hingga Maret 2026 membuktikan bahwa perencanaan yang matang, dukungan sarana prasarana, dan pendampingan yang tepat mampu meningkatkan produktivitas pertanian,” jelasnya.
Zainal menilai kegiatan panen raya dan gerakan tanam serentak berperan penting menjaga kesinambungan produksi agar tidak terjadi jeda panjang antara masa panen dan tanam, sehingga ketersediaan pangan tetap terjaga sepanjang tahun.
“Di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika global, panen raya ini menjadi simbol kesiapsiagaan dan ketangguhan daerah dalam menjaga stabilitas pangan,” ujarnya.
Meski masih menghadapi tantangan, mulai dari keterbatasan SDM teknis, perawatan alat mesin pertanian (alsintan), hingga sulitnya mobilitas antarwilayah, Zainal optimistis hambatan tersebut dapat diatasi melalui peningkatan kapasitas SDM, penguatan koordinasi lintas sektor, dan manajemen yang lebih baik.
“Dengan potensi sumber daya yang dimiliki dan semangat kebersamaan yang terus terjaga, saya optimistis Kalimantan Utara mampu menjadi salah satu lumbung pangan andalan di kawasan utara Indonesia,” pungkasnya.
Kegiatan ini dirangkaikan dengan Panen Raya Padi Musim Tanam Oktober 2025–Maret 2026 serta Gerakan Tanam Musim Tanam 2026 Provinsi Kaltara, dan ditutup dengan penyerahan bantuan alat pertanian serta benih padi kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Karang Agung.
Turut hadir dalam acara tersebut sejumlah pejabat daerah, di antaranya Bupati Bulungan Syarwani, jajaran Pemprov Kaltara, serta Kapolda Kaltara Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.
