Pecahkan Rekor Muri Doa Tulak Bala dengan 65.000 Ketupat, Bupati Ibrahim Ali: Lestarikan Tradisi Budaya

oleh
oleh

TIDENG PALE, Kaltaraaktual.com– Bupati Tana Tidung (KTT) Ibrahim Ali
menghadiri dan mendukung penuh acara Tulak Bala Bulan Safar untuk memecahkan Rekor Muri 65.000 Ketupat dengan tema ‘Petulid De Rasa Petawoy De Bala’ pada Rabu, (21/09/22).

Bupati Ibrahim Ali mengajak seluruh elemen dan komponen masyarakat di Kabupaten Tana Tidung untuk dapat bersama-sama bermunajat memanjatkan doa Tulak Bala.

“Semoga dengan doa Tulak Bala yang kita panjatkan, kita semua dijauhkan Allah SWT dari mara bahaya dan bala bencana dan senantiasa berada dalam penjagaan dan perlindungannya,” ucapnya.

Ibrahim Ali menyampaikan, sebagai masyarakat berbudaya memiliki budaya tradisi yang harus terus dilestarikan dari generasi ke generasi.

“Salah satu tradisi budaya yang masih kita lestarikan adalah tradisi budaya tolak bala di Bulan Shafar, hal ini sebagaimana kaidah fikih dari Mazhab Imam Syafi’i mengatakan ‘Al-Adaty Muhakkamah (Adat Kebiasaan Masyarakat Bisa Dijadikan Sumber Hukum) asalkan tidak bertentangan dengan ajaran Islam.

Menurut Bupati Tana Tidung esensi dan substansi diadakannya gelar budaya adat Tulak Bala  ini tidak lain untuk memohon perlindungan kepada Tuhan yang maha merajai alam semesta.

“Sedangkan komponen perayaan doa Tulak Bala ini dibuat dengan 65.000 Imbiuku (Ketupat) yang Inshaallah akan memecahkan rekor muri pembuatan ketupat terbanyak di sepanjang sejarah adat budaya tradisi suku Tidung di Kalimantan Utara maupun Sabah Malaysia,” tuturnya.

Ibrahim Ali menjelaskan, ketupat atau Imbiuku merupakan sebuah media perantara yang memiliki filosofi bahwa ketan beras yang saling merekat dapat meresapi dan melekatkan segala dosa kemudian dileburkan dalam sebuah ritual doa Tulak Bala kepada Allah SWT.

“Semoga dengan istighfar shafar dan doa Tulak Bala yang kita panjatkan terkabulkan.  Diri dan keluarga serta masyarakat Bumi Upun Taka mendapat perlindungan dari Allah SWT dari segala bencana dan bala,” tukasnya.

Tak lupa Ibrahim Ali juga menyampaikan pantun ‘Umbus dirajut jadi ketupat diisi dengan ketan, doa Tulak Bala terpanjat pada sang maha hebat, semoga Upun Taka terlimpahkan keselamatan. (**)