NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pelaku kebakaran yang menghanguskan puluhan rumah warga di pemukiman padat penduduk, Inhutani RT 10 Kelurahan Nunukan Utara, Kabupaten Nunukan, menurut informasi, sempat bertengkar dengan istrinya, sebelum membakar rumah dan lukai warga sekitar.
Warga yang coba melerai pertengkaran tersebut tak di indahkan oleh pelaku, karena pelaku mengancam warga dengan sebilah parang, hingga akhirnya delapan warga yang dilukai akibat tebasan parang terpaksa dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan.
Darusman (48) yang juga menjadi bagian korban kebakaran, menjelaskan kronologis bahwa pelaku sehari-hari jarang bergaul dengan tetangga sekitarnya.
“Pelaku ini tidak pernah bergaul dengan tetangganya makanya kita tidak tau namanya. Tapi kita tahu sehari-harinya bekerja rumput laut,”beber Darusman, Senin pagi (11/01/2021).
Darusman yang juga tetangganya tidak mengetahui identitas pelaku. Namun, kata Darusman, pelaku (pria) ini sehari-harinya bekerja sebagai nelayan rumput laut.
Ia menceritakan bahwa pelaku melukai delapan warga termasuk istri dan ibu hamil tetangganya.
Menurut dia, awal mula pelaku mengamuk setelah sempat bertengkar dengan istrinya. “Informasinya, marah karena meminta panjar sama majikannya tetapi dijanji setelah pulang sholat isya di masjid,”ungkap Darisman.
Hanya saja, sebelum adzan magrib di masjid pelaku mengamuk dengan melukai warga sekitar rumahnya dan membakarnya.

warga tak ada yang berani mendekatinya karena pelaku memegang parang panjang. Darusman menambahkan ketika api membesar karena angin berhembus kencang ditambah rumah warga terbuat dari kayu dan berdempetan sehingga api cepat melalap permukiman tersebut.
Informasi dari warga lainnya, tempat tinggal pelaku kebakaran ini berada ditepi sungai berdampingan dengan Pelabuhan Rakyat Inhutani.
Setelah api menghanguskan permukiman padat penduduk, pelaku pun melarikan diri dengan menumpang perahu warga.
Berdasarkan keterangan warga sekitar, Darusman, Pelaku berhasil dilumpuhkan dengan 2 kali tembakan saat melarikan diri menggunakan perahu oleh aparat kepolisian hingga akhirnya jatuh ke sungai dan diamankan lalu dilarikan ke Puskesmas terdekat untuk mendapatkan perawatan. (***)


