Pemprov Kaltara Perkuat Sinergi dengan Media, Bahas Stabilitas Informasi untuk Bangun Bumi Benuanta

oleh -1294 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, KaltaraAktual.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Coffee Morning bersama insan pers di Gedung Gadis II, Tanjung Selor, Rabu (13/05/26). Kegiatan bertema “Sinergi Membangun Negeri: Media sebagai Mitra Strategis Pemerintah dalam Menjaga Stabilitas Informasi Daerah” itu menjadi ajang memperkuat komunikasi antara pemerintah dan media.

Sekprov Kaltara, Denny Harianto, mengatakan agenda tersebut sudah lama direncanakan sejak dirinya dilantik sebagai Sekprov Kaltara.

“Dua minggu setelah saya dilantik, saya sudah ingin mengadakan coffee morning untuk membangun hubungan silaturahmi,” ujar Denny dalam sambutannya.

Ia menilai kehadiran media memiliki peran penting dalam mendukung keterbukaan informasi publik sekaligus menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat.

Menurutnya, hubungan kemitraan yang selama ini terjalin dengan insan pers perlu terus diperkuat melalui komunikasi yang sehat dan terbuka. Pemprov Kaltara, kata dia, juga membuka ruang terhadap kritik, saran, maupun masukan yang konstruktif demi peningkatan pelayanan publik dan pembangunan daerah.

Sekprov Denny turut mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas daerah melalui penyajian informasi yang berdasarkan fakta, data, dan etika jurnalistik. Di tengah arus informasi yang bergerak cepat, ia meminta seluruh pihak berhati-hati agar tidak menyebarkan informasi bohong maupun kabar yang belum terverifikasi.

“Penyebaran informasi sekarang sangat cepat. Karena itu, kehati-hatian sangat diperlukan agar tidak muncul hoaks dan informasi yang belum jelas kebenarannya,” katanya.

Ia menegaskan, Pemprov Kaltara berkomitmen memberikan akses informasi yang transparan kepada publik. Koordinasi antara organisasi perangkat daerah (OPD) dan media diharapkan berjalan lebih efektif agar informasi pembangunan dapat tersampaikan dengan baik kepada masyarakat.

Dalam kesempatan itu, Denny juga menyinggung kondisi fiskal daerah yang masih bergantung pada transfer pemerintah pusat. Ia menyebut sekitar 70 persen pendapatan daerah masih berasal dari dana transfer pusat sehingga kondisi APBN turut memengaruhi APBD Kaltara.

Karena itu, pemerintah daerah tengah menyiapkan berbagai langkah untuk mengurangi ketergantungan fiskal dengan menggali potensi daerah dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Kami ingin menuju kemandirian fiskal dengan memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya.

Ia menambahkan pembangunan di Kalimantan Utara tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk media dan dunia usaha.

“Pembangunan di Kaltara bukan hanya peran pemerintah provinsi, tetapi semua pihak punya peran penting untuk bersama-sama membangun daerah,” katanya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian Kaltara Iskandar serta Kepala Biro Hukum Setdaprov Kaltara Iswandi.  (**)