NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati dan Wakil Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid dan H.Hanafiah hadir di ruang rapat Paripurna DPRD Nunukan dengan agenda penyampaian pidato pertama pasca dilantik beberapa waktu lalu pada Jumat (04/06/2021).
Rapat paripurna pidato perdana Bupati dan Wakil Bupati Nunukan periode 2021-2024 dipimpin langsung oleh ketua DPRD Nunukan Hj.Rahma Leppa.
Dalam pidatonya Laura yang didampingi H.Hanafiah menyampaikan terkait dengan pentingnya menjaga silaturahmi antar sesama tanpa membedakan baik itu dari ras, agama bahkan pilihan calon pada pilkada beberapa waktu yang lalu.
“Kami berdua akan berusaha mewujudkan tatanan yang maju adil dan sejahtera seperti yang kita cita-citakan bersama,” kata Laura dalam penyampaian pidatonya
Ia juga menegaskan bahwa dalam kontestasi yang terjadi beberapa waktu lalu tentu bertujuan untuk menginginkan kedamaian oleh karenanya mari kita berdamai serta bersinergi dalam membangun Nunukan yang lebih baik.
“Jabatan Bupati Nunukan yang saya emban pada periode kedua ini merupakan kepercayaan yang diberikan oleh masyarakat sementara bagi H. Hanafiah merupakan Amanah yan kedua untuk memberikan pengabdian dan darma baktinya kepada masyarakat pasca memasuki masa pensiun sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN),” tegas Laura
Bupati dan Wakil Bupati Nunukan sadar akan tugas yang diemban nya tidaklah ringan tantangan dan berbagai persoalan berat begitu nyata terhampar didepan mata, semua itu dibutuhkan kesungguhan, kerja keras dan dukungan dari masyarakat untuk menyelesaikan.
Lesuhnya perekonomian global juga berimbas pada ekonomi nasional dan daerah serta dampak multidimensi dari penyebaran Covid-19 merupakan realita yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Hingga saat ini tidak satupun Lembaga tau ilmuan yang dapat memastikan kapan Covid-19 ini akan berakhir, ini berarti kita harus bertahan ditengah-tengah wabah ini, dan sebagai pemimpin yang dipercayakan oleh masyarakat hal ini juga menjadi catatan penting,” terang dia.
Laura juga menyampaikan bahwa sangat mengerti betapa sulitnya para sarjana-sarjana dalam hal mencari pekerjaan serta ibu rumah tangga yang sulit memenuhi kebutuhan rumah tangganya sehari-hari, persoalan ini juga menjadi catatan penting dalam masa kepemimpinannya kedepan.
“Tentu dalam mengaktualisasikan semua catatan ini dibutuhkan proses yang tidak singkat, dibutuhkan waktu yang panjang untuk memecahkan seluruh persoalan dimasyarakat,” tutupnya. (ren)
