NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Politisi muda sekaligus anggota DPRD Nunukan dapil Sebatik, Hamsing kembali menyesalkan adanya peredaran dan gampangnya keluar masuknya narkoba di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan yang tidak bisa diberantas dan masih bisa keluar masuk, dalam hal ini narkotika jenis sabu-sabu.
Hamsing menyebut, kekesalannya bukan tanpa alasan, karena hal tersebut sudah sering kali terjadi, apalagi baru-baru ada keterlibatan orang asing atau warga negara asing (WNA) Filipina yang kedapatan membawa sabu seberat 2 Kg.
“Saya pertanyakan dimana sih letak kesulitan aparat untuk memberantas maraknya peredaran sabu-sabu di Sebatik, sementara Sebatik Pulau yang ibaratnya sangat mudah untuk diakses, apa lagi kita ketahui wilayahnya sangat mudah di identifikasi titik-titik rawannya peredaran sabu, saya juga heran kenapa hampir tiap bulan masih banyak beredar sabu-sabu ini,”ungkapnya kepada Kaltaraaktual.com, Kamis malam (03/12).
Menurut Hamsing, ini membuktikan lemahnya pengawasan dari seluruh Forkopimda dan Instansi vertikal menjalankan tugasnya secara maksimal meskipun tengah menghadapi pandemi Covid-19 dan momentum Pilkada 2020.
“Apa lagi kita dalam kondisi kegawatan pandemi Covid-19, dengan beraninya WNA Filipina masuk wilayah kita membawa sabu-sabu, dimana bentuk pengawasan kita kok bisa lolos,” sesal Hamsing.
“Jangankan sabu yang di bawah masuk masuk di wilayah kita, mereka aja masuk wilayah Indonesia tanpa surat resmi atau ilegal itu sangat berbahaya, tapi ini mereka sudah berani masuk dan membawa barang haram,” lanjut anggota DPRD Nunukan fraksi Hanura ini.
Menurut dia, penyalahgunaan narkoba jalur masuk pulau sebatik dan wilayah Nunukan lainnya di tengah pandemi mengalami peningkatan tajam, ditunjukkan dengan banyaknya pengungkapan yang dilakukan kepolisian Nunukan, maupun BNN hingga awal Desember 2020 ini.
Untuk itu dirinya segera akan mengkomunikasikan dengan pimpinan DPRD agar secepatnya bisa melakukan pertemuan dengan pihak kepolisian, Badan Narkotika Nunukan serta instansi terkait lainnya guna membahas persoalan peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Pulau Sebatik Nunukan.
“Kalau perlu kita tes urine semua, baik tes urine anggota DPRD, Pemda dan aparat,”tegas Hamsing.
Selain itu dirinya juga berharap sebatik bisa di realisasikan sebagai kota santri bukan sebagai jalur seksi peredaran sabu-sabu. (Adv)



