Pria Asal Tarakan Kirim Surat ke Megawati, Isinya Siap Berpasangan dengan Puan Maharani

oleh
oleh

TARAKAN, Kaltaraaktual.com– Aksi gila dilakukan seorang pria di Provinsi Kalimantan Utara tepatnya di Kota Tarakan. Pria yang diketahui bernama Syarifuddin itu, nekat mengirimkan surat ke Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Megawati.

Dalam isi suratnya, Syarifuddin menyatakan memohon kepada Megawati dan siap menjadi Calon Presiden (Capres) untuk Pemilihan Presiden (Pilpres) pada 2024 mendatang, berpasangan dengan Ketua DPR RI, Puan Maharani.

“Saya siap membawa PDIP menjadi partai pemenang, memenangkan Capres dan Pelilihan Legislatif (Pileg) 2024 dengan mengunci kemenangan 70% suara, menggunakan system atomisasi,” tulis Syarifuddin dalam suratnya.

Pada surat yang dialamtakan di kediaman pribadi Megawati itu tertulis, Syarifuddin juga menjabarkan sistem atomisasi, yakni sistem revolusioner dengan menggunakan dasar atom, yang ada pada ilmu fisika-kimia untuk maju pada Pilpres 2024.

Masih dalam isi surat permohonan maju jadi Capres itu, jika diartikan dalam ilmu agama, sistem atomisasi disebut Rahmatan Lil Alamin, di negara barat disebut liberalisasi dan di China, Tiongkok disebut Yin dan Yang (hitam dan putih).

Disurat itu ditulis, bahwasanya konsem atomisasi belum ada yang mematahkan dan tandingannya. Bahkan, pria kelahiran Bone, Sulawesi Selatan itu siap memadukan konsep atomisasi dan agama, sehingga kekuatannya mengikat antara energi positif dan negatif.

“Kalau gunakan sistem atomisasi, berapapun jumlah calon yang jadi saingan di Pilpres 2024 tidak ada yang bisa kalahkan, begitu juga jika dipadukan dengan konsep agama akan menghasilkan energi dan massa yang berlipat ganda,” jelas Syarifuddin dalam suratnya.

Tidak hanya itu, isi dari surat itu, Syarifuddin yakin meraup kemenangan di Pulau Jawa melalui pendekatan sejarah, jika diusung PDIP menjadi Capres. Yang mana, menurut sumber tradisi lisan beberapa kerajaan di jawa banyak dibantu prajurit bugis.

“Saat penjajahan Belanda pada abad ke 16-19 juga banyak pejuang bugis diasingkan di Bandung, sehingga melahirkan keturunan dari perkawinan orang Bandung, jadi kami (orang Bugis) memiliki hubungan kerabat dengan orang Bandung,” ungkap surat tersebut.

Lanjut surat untuk Mega Wati itu, Syarifuddin juga meyakini dirinya dapat meraih perolehan suara di daerah lainnya di Indonesia. Mengingat, banyaknya orang Bugis Bone yang telah sukses di rantauan.

“Di samping itu, orang-orang di Pulau Jawa saat ini sudah terbuka pemikirannya karena sudah rata-rata berpendidikan menengah ke atas, jadi tidak mesti orang jawa jadi pemimpin asal membawa perubahan dan menjamin kesejahteraan rakyat,” tegasnya dalam surat.

Berdasarkan isi surat yang dikirim untuk Megawati, Syarifuddin menuturkan, jika dirinya dipasangkan dengan Puan Maharani pada Pilpres mendatang, tidak menutup kemungkinan memperlihatkan warna baru dalam dunia politik.

Mengingat, dikatakan surat itu, selama ini politik dibangun berdasarkan figur kelas capital, maka dengan mendorong wong cilik akan terjadi perubahan konstalasi politik yang dapat memyedot perhatian publik, sehingga melahirkan kekuatan baru.

“Istilah caturnya, mendorong pion bebas berpromosi menjadi perwira (Capres), karena perwira baru memiliki kekuatan elektromagnetik menarik energi massa yang belum terikat politik,” tutur isi surat itu.

Di akhir surat, Syatifuddin berharap, Ketum PDIP, Megawati berharap dapat meluangkan waktu untuk bertatap mula dan mengundang, serta mendorongnya untuk berpromosi menjadi Capres 2024 dari PDIP.

“Saya juga ingin menyampaikan segala kebutuhan logistik kampanye, pembentukan posko relawan di 34 provensi dan 512 di kabupaten kota, yang masa posko ini akan digunakan untuk Pemilihan Gubernur, Bupati dan Wali Kota,” demikian isi surat itu.

Sementara itu, berdasarkan info yang ada di dalam surat, belakangan diketahui, Syarifuddin diduga salah satu kader PDIP asal Kota Tarakan dengan Kartu Tanda Anggota (KTA) no.65710110030101740001 – 23-01-2018.

Saat dikonfirmasi, Syarifuddin membenarkan ide gila tersebut dengan mengirim surat kepada Ketum PDIP, Megawati untuk mencalonkan diri maju sebagai Capres yang siap berlaga pada kontestasi Pilpres 2024 mendatang.

“Iya, benar (ada kirim surat), sudah saya kirim ke alamat pribadi Ibu Ketum PDIP dari Tarakan ke Jakarta, pada 22 Oktober lalu dan kemungkinan sudah sampai,” ucapnya singkat saat dihubungi, Senin (31/10/2022). (Ilm/*red)