NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pemerintah kabupaten Nunukan dalam hal ini membuka acara kegiatan pelatihan vokasi sertifikasi tukang program tanpa kumuh KOTAKU Kemen PUPR di Kabupaten Nunukan.
Pembukaan Sertifikasi Tukang Program KOTAKU dilakukan Ir. H. Muhammad Sufyang sebagai Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penata Ruang Permukiman Kabupaten Nunukan. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ruang Pertemuan lantai V Kantor Bupati Nunukan. (5/12/2020).
Selain M. Sufyang, Tempak turut hadir juga Konsultan Manajemen Wilayah (KMW) Oc 7 Provinsi Kalimantan Utara Saiful Arif, dan Bina Jasa Konstruksi (PUPR) Pemprov. Kaltara Benny Tahan sekaligus sebagai Pemateri, serta 35 orang tukang yang berasal dari beberapa kelurahan atau desa di wilayah Nunukan. Kab. Nunukan.
Pembukaan pelatihan ditandai dengan penyerahan secara simbolis Alat Pelindung Diri (APD) berupa baju, sepatu, helm, sarung tangan, dan kacamata yang keseluruhan difasilitasi Bina Jasa Konstruksi PUPR Pemprov Kaltara.
Membacakan pidato sambutan PLT. Bupati Nunukan, Muhammad Sufyang mengatakan bahwa di era kemajuan zaman ini, di tengah persaingan global ini peningkatan kapasitas sumber daya manusia tidak dapat dihindari lagi.Siapa yang memiliki keahlian dan kemampuan, baik hard skill ataupun soft skill itulah yang mampu bertahan dan memenangkan kompetisi.
Menurutnya tatangan ini tentunya harus dapat dijawab, khususnya di wilayah Kabupaten Nunukan yang berbatasan dengan negara tetangga hal ini harus dilihat sebagai peluang yang dapat diraih untuk mendapatkan kesempatan bekerja yang dapat menjamin kehidupan dan meningkatkan kesejahteraan.
“Tidak hanya itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan sendiri hingga saat ini juga terus berupaya untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia masyarakat di Kabupaten Nunukan. Banyak sektor yang dikerjakan oleh pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas masyarakat yang telah dilakukan pemerintah daerah, mulai dari sektor pendidikan formal ataupun nonformal, sektor ketenagakerjaan dan masih banyak sektor yang lainnya,” kata Sufyang.
Tentunya, menurut M. Sufyang apa yang telah dilakukan pemerintah daerah ini tidak berhenti di sini saja, masih banyak hal yang akan diperbuat ke depan hingga hal ini perlu mendapat dukungan dari seluruh lapisan masyarakat. Hari ini kita berada disini untuk bersama-sama membuka acara pelatihan vokasi sertifikasi tukang.
“Selaku pemerintah daerah, saya mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh program KOTAKU Kemen PUPR di Kabupaten Nunukan. Hal ini tentunya adalah sebagai upaya yang sinergis dengan pemerintah daerah untuk peningkatan kualitas sumber daya manusia khususnya di bidang pertukangan. Atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terima kasih atas program-program yang telah digagas dan dilaksanakan oleh Kotaku Kementerian PUPR di wilayah Kabupaten Nunukan yang selama ini sangat dirasakan manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Nunukan,” ujarnya.
Di samping itu, disampaikan juga Pemerintah Daerah berharap agar semua pihak dapat terus bergandengan tangan dan saling bersinergi untuk bersama membangun wilayah ini sebagai wilayah yang semakin layak bagi kehidupan.
“Menjadi harapan saya kepada segenap peserta sertifikasi untuk dapat memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menimba segala ilmu yang diberikan oleh instruktur dan pemateri sehingga dari kegiatan ini dapat dipetik manfaatnya,” pinta Sufyang.
Selanjutnya, dalam kesempatan ini Saiful Arif mengatakan Peningkatan kapasitas menjadi niscaya karena kemampuan dan keahlian akan menjadi bekal dalam menjalani hidup. Atas dasar itulah Program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) menggelar Pelatihan sertifikasi tukang. Pelatihan tersebut sejalan dengan tujuan pemerintah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan harapan mampu menghasilkan kualitas infrastruktur yang baik.
“Harapan pelatihan sertifikasi tukang adalah meningkatkan kapasitas tenaga kerja, meningkatkan kesejahteraan pemilik sertifikat, dan memberikan hasil pekerjaan yang tentunya lebih berkualitas.
“Kegiatan ini bisa menjadikan ahli dan berkompeten dalam melaksanakan kegiatan di lapang,” cetus Saiful Arif.
Sertifikasi Tukang Program Kotaku dilaksanakan selama empat hari pelatihan, dengan agenda hari pertama pembekalan, hari kedua dan ketiga praktik di daerah kelurahan Nunukan Selatan dan Mansapa, di hari keempat wawancara dilakukan kepada para tukang ini untuk memastikan 35 para peserta berkompeten atau tidak, dan yang dinyatakan lulus pelatihan mendapatkan sertifikasi kompetensi.
Ada 3 pelatihan yang disodorkan kepada 35 peserta, yakni pelatihan tukang, pelatihan sertifikasi tukang, dan pelatihan produksi bahan-bahan material.
*HUMAS/adv
