NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Wakil Ketua Komisi III DPRD Nunukan Siti Raudah dari Fraksi Golkar menggelar reses masa persidangan ke-II untuk menjaring aspirasi warga di sejumlah titik, yakni tiga titik di Kecamatan Nunukan dan satu titik di Kecamatan Nunukan Selatan, yaitu Jalan Manunggal Bhakti RT 12, Jalan Pattimura RT 03 Rw 01 Selisun Kecamatan Kecamatan Nunukan Selatan, Jalan Hasanuddin (Sei-Bolong) RT 09 Kelurahan Nunukan Utara Kecamatan Utara, Jalan Pattimura Rt 11 Kelurahan Nunukan Timur Kecamatan Nunukan.
Politisi partai Golkar Nunukan ini mengatakan, semua usulan atau masukan dari warga itu bersifat umum kejadian yang warga rasakan, kemudian meminta penyelesaian dari pemerintah, yang tidak bisa diselesaikan sendiri oleh warga.
“Ada beberapa yang betul-berul menjadi Atensi saya tentang masalah Kader Posyandu, Insentif dari para kader posyandu itu tidak pernah di berikan insentif, padahal kegiatan nya itu berjalan rutin yang berjalan setiap bulannya, selama beberapa tahun ini kader posyandu tidak ada menerima insentif, untuk operasional posyandu pun tidak ada yang pada akhirnya para kader posyandu itu yang urunan sendiri,” sebut Siti Raudah, Rabu (15/03/23).
Menurut Siti Raudah, selaku wakil rakyat, dirinya akan menyampaikan kepada pemerintah daerah terkait insentif kader pos yandu fasilitas umum di sedadap/ PJU yang membutuhkan pembiayaan untuk penyelesaiannya, itu bisa disampaikan kepada pemerintah daerah melalui rapat bersama TAPD.
“Juga terkait tidak adanya lampu penerangan jalan di daerah Jalan Sedadap Nunukan Selatan, dari jalan arah Poltek ke Jl.Bharatu Aldi sampai jalan ke kantor KPU, masyarakat mengeluhkan itu,” tuturnya.

Berikut Aspirasi-aspirasi dari warga Kabupaten Nunukan dari empat titik lokasi tersebut.
Pertemuan pertama, di Jalanan Manunggal Bhakti RT 12, warga meminta agar jangan ada pemadaman listrik bergilir selama memasuki bulan suci Ramadhan hingga lebaran Idul Fitri, penjual minyak kita produk minyak goreng pemkab Nunukan masih ada ditemukan perorangan membeli dengan jumlah banyak sehingga dinilai penjualan tidak merata ke masyarakat apalagi untuk mereka yang lebih membutuhkan, untuk meminimalisir maraknya pencurian di beberapa rumah warga, perlu pemberdayaan pos kamling dan pos ronda agar kiranya bisa dihidupkan kembali, meminta pemkab untuk menertibkan binatang peliharaan warga, khususnya Anjing di wilayah pangkalan karena menganggu pengguna jalan terutama anak sekolah, penjemuran rumput laut ada yang sampai ke aspal jalanan sehingga menimbulkan bau yang kurang sedap dan dapat menggangu konsentrasi penguna jalanan atau arus lalu lintas, memohon bantuan alat rebbana untuk ibu-ibu di Masjid Darul Ihsan, terakhir memohon bantuan alat tulis sekolah kepada anak kurang mampu dilingkungan daerah pangkalan.
Untuk titik lokasi ke dua, di Jalan Patimura, RT 03, Selisun Nunukan Selatan. Warga meminta adanya bantuan obat-obatan bagi pembentang rumput laut untuk mencegah penyakit kulit, Menyelesaikan gaji honorer yang dirasa kurang untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari apalagi dengan kebutuhan pokok yang terus naik. Warga memohon ada lampu penerangan jalan (PJU) di Jalan Ujang Dewa Sedadap menuju kantor Imigrasi dan menuju kantor KPU Nunukan, rawan kejahatan, Jalan menuju SD Negeri 03 Nunukan Selatan sudah tidak bertahun-tahun, belum ada tindak lanjut dari instansi pemerintah terkait, selanjutnya kegiatan balap liar di Masjid Islamic Center agar kiranya ditertibkan karena mengganggu pengunjung, jalanan menuju rumah ibadah dan sekolah agar bisa diperbaiki, bantuan pelaksanaan pelatihan Fardhu Kifayah untuk jamaah Al Ridwansyah Sedadap.
Pertemuan ketiga, di Jalan Hasanudin Sei Bolong RT 09 Nunukan Utara, warga mengeluhkan, pertama, kegiatan posyandu, kader posyandu menggunakan dana pribadi untuk pemberian makanan tambahan pada anak-anak diminta ada solusi yang cepat. kedua kader posyandu berjumlah lima orang dan tidak pernah menerima insentif sedangkan kegiatan posyandu rutin digelar.
Di kelurahan Nunukan Utara khususnya di RT 09 dan RT 11, masih ada ditemukan kasus anak Stunting, yakni di RT 09 ada 5 anak dan di RT II ada 10 anak, dimohon agar ada solusi yang kongkrit. Diharapkan Dinas Pemadam Kebakaran menambah jumlah personil di wilayah Sungai Bolong dan Pasar Baru, karena termasuk kampung padat penduduk dikhawatirkan terjadi kebakaran. Masih terjadi kelangkaan tong gas elpiji 3 Kg, masih banyak kupon tidak bisa digunakan karena tong gas selalu habis dari agen penyedia. Meminta pembinaan berkelanjutan untuk membantu pelaku usaha kecil (UMKM) agar bisa berjualan dengan baik dan tetap menjaga kualitasnya.
Pertemuan keempat, Jalan Patimura RT 11 Kelurahan Nunukan Timur. Kader posyandu mengeluhkan tidak adanya biaya operasional posyandu sehingga hanya mengharapkan donasi dari warga sendiri. Sejak dua tahun tidak menerima insentif pekerjaan. Untuk wilayah kelurahan Nunukan Timur masih ada ditemukan 181 balita stunting berdasarkan data tahun 2022. Memohon perbaikan jalan di gang Belimbing sepanjang tiga ratus meter, karena kondisi jalan sudah lama rusak. Terakhir, memohon dibangunnya Siring dan drainase Jalan Tanjung Batu, karena di area tersebut ada Taman Baca. (erw/*KA)


