TIDUNG PALE, Kaltaraaktual.com– Sejumlah Organisasi Masyarakat (Ormas) di Kabupaten Tana Tidung (KTT) Seperti Persekutuan Suku Asli Kalimantan (Pusaka), Tameng, Pasukan Merah Nusantara (PMR) dan Komando Macan Asia (Komasa) mendatangi Mako Polres Tana Tidung, Sabtu (18/03/23).
Kehadiran ormas tersebut sebagai sikap mendukung terbentuknya pembangunan Pusat Pemerintahan (Puspen) Kabupaten KTT, hingga saat ini pembangunan terus berlanjut dan dikerjakan oleh Pemerintah KTT.
Rencananya Pemkab KTT melakukan pengerjaan pembangunan untuk Kantor Bupati, DPRD dan Kantor Gabung Dinas lainnya, di luas lahan sekitar 405 (ha). Selain itu, Puspen itu rencananya akan dibangun pula berbagai macam tempat peribadatan seperti Islamic Center, Kristiani Center, Pusat Budha, pusat kesenian, sarana olahraga, dan lain sebagainya yang dapat menjadikan Kabupaten Tana Tidung lebih dikenal khalayak luas, niat ini yang di ikhtiarkan pemkab KTT.
Sebelumnya pemkab KTT pada awal Oktober 2022 tahun lalu telah melakukan kegiatan Groundbreaking atau meletakkan batu pertama pembangunan Puspen tersebut, bahkan dihadiri langsung oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Meski pembangunan Puspen masih menuai pro dan kontra dikalangan masyarakat, prihal masalah kompensasi. Nyatanya, masih banyak dari berbagai elemen masyarakat Tana Tidung yang menginginkan keberadaan Puspen Tana Tidung cepat terealisasi.
Ketua Pusaka Tana Tidung, Armansyah mengatakan, kehadiran sejumlah ormas ke Kantor Polres Tana Tidung ini untuk menyatakan sikap dan dukungan, terkait pembangunan Puspen Tana Tidung yang saat ini masih terdapat pro dan kontra di kalangan masyarakat.
“Jangan sampai pembangunan Puspen yang telah lama dinanti-nantikan masyarakat Tana Tidung menjadi terhambat, akibat adanya suara-suara sumbang dari oknum yang tidak bertanggungjawab,” kata Armansyah
“Tadi kami disambut langsung Kapolres, selain menyatakan sikap dukungan kami meminta dari pihak kepolisin untuk ikut memantau pembangunan Puspen itu, jadi pembangunannya bisa berjalan lancar dan Alhamdulillah Kapolres siap membantu,” jelas dia.
Menurut Armansyah, pihaknya menampik perihal isu-isu pembangunan Puspen yang beredar saat ini, tentang permasalahan Puspen belum selesai dan pemkab merampas hak warga, tidaklah benar. Karena pemkab terus berupaya menyelesaikan semua permasalahan yang ada di Puspen.
“Kalau informasi yang kami dapat, pemkab akan menyelesaikan semua masalah yang ada sesuai prosedur hukum yang berlaku bukan prosedur kemauan, jadi tidak benar jika pemkab akan mengambil hak warga,” tutur Armansyah.
Tak lupa, sejumlah ormas yang hadir juga meninjau langsung ke lokasi pembangunan Puspen. Termaksud, melakukan dialog singkat bersama para pekerja di Puspen.
“Kami sempatkan juga tadi ke sana (Puspen), saat berdialog dengan para pekerja, mereka terlihat senang karena kerjaannya berjalan lancar tanpa hambatan,” sebutnya.
Senada dengan Ketua Pusaka, Ketua Komasa Tana Tidung, Said Yusran menambahkan, selain dari berbagai ormas, masyarakat di Tana Tidung sangat mendukung terbentuknya Puspen tersebut. Pasalnya, kehadiran Puspen ini sudah sangat lama dinantikan masyarakat.
“Sebagai putra daerah, tentu kami sangat peduli dan mengidamkan Puspen ini, apalagi selama 15 tahun ini Kabupten Tana Tidung belum memiliki Kantor Bupati dan DPRD yang representatif. Apalagi, dengan adanya Puspen, tentu kedepanannya pelayanan pemerintahan kepada masyarakat Tana Tidung dapat berjalan maksimal,” tambahnya.
Said menerangkan, bahwa apa yang menjadi isu permasalahan Puspen yang saat ini beredar luas tidaklah benar dan hanya menghambat proses pembangunan Puspen Tana Tidung, yang telah lama dinantikan masyarakat sejak Kabupaten Tana Tidung terbentuk.
“Kami meyakini, pemkab punya niat baik untuk warga yang terdampak pembangunan Puspen, tapi kan semua ada prosedur yang harus diikuti berbagai pihak, jadi kita harus tetap ikuti prosesnya,” tukas Said. (cnt/*ka/*red)


