si Jago Merah Hanguskan Sejumlah Rumah Warga di Sebatik

oleh
oleh
Foto:doc

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Kebakaran hebat menghanguskan lima rumah di kawasan padat penduduk di wilayah perbatasan, Pulau Sebatik, Kecamatan Sebatik Timur, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (12/01/2023).

Belum diketahui pasti penyebab kebakaran yang menghanguskan tiga rumah pribadi dan dua rumah kontrakan di Kecamatan Sebatik Timur itu. Akibatnya, tujuh kepala rumah tangga (KK) kehilangan tempat tinggal.

Salah satu saksi mata, Nur Wahid mengatakan, kebakaran yang menghanguskan lima rumah itu terjadi sekitar pukul 23.30 Wita. Saat kejadian, warga sudah banyak berdatangan baik untuk menonton dan menolong.

“Waktu kejadian saya di rumah sudah dalam kondisi tidur, tapi terbangun karena banyak warga teriak kebakaran, setelah saya cek keluar rumah ternyata betul ada kebakaran,” kata Nur Wahid.

Nur Wahid menyebutkan, saat melihat langsung ke lokasi kejadian, kobaran api sudah sangat besar menghanguskan beberap unit rumah. Tidak lama kemudian, petugas dari Pemadam Kebakaran langsung datang untuk memadamkan kobaran api.

“Kalau informasi yang beredar, kobaran api diduga berasal dari rumah kontrakan milik H. Pondang, kalau penyebabnya belum tahu apakah karena arus listrik atau lainnya,” sebut Nur Wahid.

Terpisah, Komandan Pleton Pemadam Kebakaran Sebatik Timur, Abdul Wahid, membenarkan adanya musibah kebakaran yang menghanguskan lima unit rumah, yang mana laporannya diterima sekitar pukul 23.55 Wita.

“Iya, benar tadi malam ada musibah kebakaran, kejadiannya di RT.08, Sebatik Timur, kalau laporan yang kami terima sekitar pukul 23.55 Wita,” tegas Abdul.

Abdul menerangkan, dalam insiden kebakaran itu sebanyak lima unit rumah ludes dilahap si jago merah. Diduga, kebakaran ini disebabkan arus pendek listrik di salah satu rumah kontrakan milik H. Pondang.

“Kalau dari laporan yang ada, diduga penyebab kebakaran akibat arus pendek yang kemudian menimbulkan percikan api,” tetang Abdul.

Pada saat kejadian, Abdul menuturkan, kobaran api dengan cepat merambat ke rumah lainnya yang mayoritas terbuat dari kayu. Hal ini diperparah, dengan kencangnya angin sehingga kobaran api semakin membesar.

Lanjut Wahid, saat melakukan proses pemadaman, pihak pemadam juga mengalami kendala di lapangan. Hal ini dikarenakan, sulitnya mendaatkan sumber air dan diperparah pada saat kejadian kondisi air laut sedang surut.

“Untuk proses pemadaman kami terjunkan empat unit armada mobil pemadam, api baru berhasil kami jinakan sekitar 2,5 jam dan setelah itu dilakukan proses pendinginan,” pungkasnya. (*red)