NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Komisi Pemilihan Umum (KPU) belum lama ini telah mengumumkan partai politik (parpol), yang dinyatakan lolos sebagai peserta Pemilihan Umum (Pemilu), pada 2024 mendatang.
Dengan adanya pengumuman tersebut, sejumlah parpol yang dinyatalan lolos verifikasi vaktual (verfak) kini mulai mempersiapkan diri, untuk menjaring bakal calon legislatif (Bacaleg) yang akan mengikuti pesta demokrasi limat tahun sekali itu.
Meski waktu Pemilihan Legislatif masih setahun lebih, namun sejumlah nama dan tokoh kini mulai bermunculan, yang digadang-gadang bakal memeriahkan Pemilihan Legisatif (Pileg) pada Pemilu 2024 mendatang.
Di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) sendiri, kini mulai banyak bermunculan nama yang akan ikut andil pada Pileg 2024, bahkan sejumlah pemuda yang ada di wilayah perbatasan itu disinyalir akan mengikuti Pileg 2024.
Salah satunya, Ali Sinja, pemuda kelahiran 08 Mei 1989 silam bahkan telah menyatakan dirinya siap maju sebagai bacaleg pada Pemilu 2024. Yang mana, dirinya bakal maju melalui daerah pemilihan (dapil) III, Kabupaten Nunukan.
Untuk diketahui, dapil III di Kabupaten Nunukan terdiri dari beberapa kecamatan diantaranya Kecamatan, Kecamatan Lumbis Hulu, Lumbis Pansiangan, Lumbis Ogong, Sembangkung, Lumbis, Tulin onsoi, Sebuku dan beberapa Kecamatan Di Krayan.
Dari kecamatan tersebut, sebagian besar wilayahnya merupakan daerah pedalaman dan perbatasan antara Indonesia dan Malaysia yang sulit diakses, lantaran keterbatasan moda transfortasi.
Di samping itu, di daerah dapil III masih terdapat sejumlah daerah yang minim infrastruktus atau fasiltas penunjang lainnya, sehingga menjadikan daerah-daerah tersebut seakan kurang mendapatkan perhatian.
Berkaca dari karakteristik wilayah di dapil III, anak ke enan dari pasangan Datu Udan dan Dayang itu bertekad maju sebagai bacaleg, sehingga kedepan dapat membangun kampung halamannya yang bisa dibilang masih tertinggal dari daerah lain di Nunukan.
“Sudah (siap), saya ingin memajukan Nunukan khususnya kampung halaman saya, yang masih jauh dari kata layak di daerah pedalaman dan perbatasan ini,” tegas Ali Sinja.
Bukan tanpa sebab, pemuda dengan gelar Strata Satu (S1) Hukum itu ingin maju sebagai bacaleg, pasalnya kesejahteraan masyarakat di perbatasan dan pedalaman sebagain besar wilayah di dapil III ini masih jauh dari kata layak.
Salah satu contoh di Kecamatan Lumbis Hulu, Ali Sinja mengatakan, selain akses transfortasi yang masih mengandakan air dan udara. Di Lumbis Hulu, layanan pendidikan dan kesehatan juga masih sangat terbatas.
“Jadi masih minim layanan pendidikan, ditambah lagi gedung untuk anak-anak belajar masih sangat terbatas, begitu juga dengan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang ada belum maksimal memberikan pelayanan kesehatan,” kata Ali.
Selain masalah pendidikan dan kesehatan, Ali menuturkan, di dapil III ini masih terdapat beberapa wilayah yang krisis sumber energi kelistrikan. Walau saat ini, sebagian besar warga sudah mengandalkan Solar sell untuk sumber listrik.
Meski begitu, warga yang berada di wilayah pedalaman dan perbatasan ini diungkapkan Ali, masih sangat berharap adanya sumber tenaga listrik tanpa batas, seperti yang dinikmati warga di kota-kota besar dan Ibu Kota Nunukan.
“Memang kami sudah bisa menikmati energi listrik dengan solar sell, tapi kan penggunaannya terbatas, apalagi kami masyarakat Indonesia di wilayah pedalaman dan perbatasan juga berhak mendapatkan pemerataan,” ungkap Ali Sinja.
Di sisi lain, masalah kesejahteraan masyarakat di pedalaman dan perbatasan juga masih sangat perlu mendapatkan perhatian. Padahal, di dapil III ini sumber daya alam (SDA) cukup menjanjikan khususnya di bidang perkebunan dan pertanian.
Hanya saja, pemuda 33 tahun ini menyebutkan, hasil perkebunan dan pertanian di pedalaman dan perbatasan belum tergarap maksimal. Salah satunya masalah pemasaran, sehingga hasil perkebunan hanya dipasarkan di wilayah itu sendiri.
“Tidak jarang hasil kebun kami hanya untuk dimakan sendiri bahkan sampai busuk tidak laku dijual, penyebabnya karena pangsa pasar yang terbatas dan masih sulitnya akses transfortasi,” sebutnya.
Namun, pria yang kini aktif sebagai Lawyer itu menerangkan, permasalahan krusial yang tiap tahun dihadapai warga di dapil III adalah masalah banjir kiriman dari negara tetangga, yang membutuhkan perhatian dan solusi serius.
“Banjir kiriman ini tiap tahun pasti terjadi, kalau sudah (banjir) warga tidak bisa berbuat banyak selain mengungsi, jadi perlu dicarikan solusi yang tepat agar warga tidak terus menderita,” terangnya.
Untuk ikut serta pada Pileg 2024, pria yang akrab disapa Ali itu akan maju melalui Partai Golongan Karya (Golkar). Bahkan, kini dirinya telah terdaftar sebagai penurus partai di tingkat kecamatan di Lumbis Hulu.
“Pastinya maju dari lewat Golkar, kan saya juga salah satu pengurus di tingkat Kecamatan Lumbis Hulu,” bebernya.
Bukan tanpa sebab memilih Partai Golkar, hal ini dikarenakan, Ali Sinja ingin melanjutkan perjuangan Almarhum sang Ayah, yang dulunya juga merupakan kader dari partai berlambang pohon beringin hijau itu.
Apalagi, sebelum memutuskan bergabung dengan Golkar, Ali Sinja mengaku seperti mendapatkan arahan dan petunjung dari Almarhum Ayahnya. Hingga akhirnya, memantapkan diri memilih Golkar untuk maju menjadi Legislatif.
“Waktu itu, tidak lama Ayah meninggal, saya rapikan semua barangnya, setelah itu saya lihat ada baju pertama Almarhum waktu bergabung di Golkar, jadi saya anggap baju itu petunjuk, agar saya dapat melanjutkan perjuangannya,” ucapnya.
Walau terbilang baru terjun ke dunia politik, dengan sejumah pengalaman yang ada, Ali Sinja Optimis kelak pada Pileg mendatang dapat meraih dukungan dari warga khususnya yang berada di dapil III, untuk duduk di DPRD Nunukan.
“Niat saya cuma ingin memajukan Nunukan khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan, karena kami sampai saat ini masih kurang perhatian dari Pemerintah Kabupaten dan Provinsi,” pungkasnya. (*/Red.CN/Man)
