Silaturahmi dengan Pers, Kapolres Nunukan Harap Sinergitas Informasi

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pererat silaturahmi, Kapolres Nunukan AKBP Taufik Nurmandia  duduk bersama sembari sarapan pagi bersama insan pers, di salah satu Warung Kopi di Nunukan, Pasar Yamaker Selasa, (31/01/23).

Turut serta mendampingi Kapolres, Wakapolres Nunukan Kompol William Wilman Sitorus, Kabag Ops, AKP Berlin, Kasat Lantas AKP Arofiek Aprilian Riswanto, Kasat Reskrim Iptu Lusgi Simanungkalit, Kasi Humas AKP Siswati, Kapolsek Nunukan Iptu Sony.

Terpantau, sekitar 25 orang insan pers dari media cetak dan media online yang hadir dalam acara silaturahmi sembari diskusi ringan terkait dengan beberapa persoalan kriminal yang terjadi di Kabupaten Nunukan.

Kapolres Nunukan AKBP Taufik Nurmandia mengatakan, bahwa kegiatan duduk bersama ini bertujuan untuk mempererat silaturahmi dan sinergitas antara Polres Nunukan dengan insan pers.

“Dengan rutinnya bersilaturahmi, diharapkan dapat saling bertukar pikiran dan memperoleh masukan-masukan untuk mewujudkan sinergitas yang aman dan kondusif di wilayah Kabupaten Nunukan,”  ujar Taufik.

AKBP Taufik Nurmandia yang belum genap sebulan menjabat sebagai Kapolres Nunukan ini juga berharap agar media berperan aktif menjaga sinergitas melalui informasi yang berimbang untuk keamanan dan ketertiban di masyarakat peran aktif media dalam menjaga keamanan dan ketertiban.

“Ruang komunikasi dan informasi itu terbuka luas dan rekan-rekan wartawan bisa mendapatkannya melalui Kasi Humas,” terang AKBP Taufik Nurmandia.

Taufik menyampaikan, ke depannya siap untuk menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk mewadahi aspirasi yang dirasakan masyarakat, untuk itu perlu dukungan semua pihak.  “Keberadaan instasi vertikal lainnya yang juga memiliki wewenang dan aturan sendiri dalam menanggapi masalah-masalah tertentu sehingga ke depannya kami akan melaksanakan FGD dengan melibat semua instasi terkait,” beber mantan Wakapolres Tarakan ini.

Termasuk perihal kearifan lokal di Nunukan, karena  sejumlah kebutuhan di Kabupaten Nunukan masih didatangkan dari negeri jiran, Malaysia sehingga pihaknya harus melibatkan instansi vertikal lainnya dalam bertindak. Sedangkan persoalan perjudian, AKBP Taufik menegaskan akan terus menindak apapun jenis perjudian baik di darat maupun online dan aktivitas lainnya sesuai instruksi Kapolri selagi aktivitas tersebut masih dalam wilayah hukum Polres Nunukan.

“Tetap kita proses jika itu melanggar hukum, tidak ada istilah tembang pilih karena semua sama Dimata hukum,” tegas Taufik.

Terkait pidana terhadap pengguna Narkoba, lanjut AKBP Taufik menambahkan, ia mengaku ingin menyembuhkan mereka melalui rehabilitasi namun terkendala tempat rehabilitasi yang belum tersedia di Nunukan. “Itupun bukan rana kami untuk memutuskan karena yang berwenang melakukan hal tersebut adalah pengadilan setelah melalui sejumlah assessment terhadap pengguna Narkoba,” demikian Taufik. (ka/*red)