NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan Hj.Asmin Laura Hafid menghadiri sekaligus membuka acara QRIS, CIKUR dan Bapak Tiri Hebat pada 28 Juni 2021 di Hotel Laura.
Laura dalam sambutannya menyampaikan bahwa Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) adalah penyatuan berbagai macam Quick Response dari berbagai jasa sistem pembayaran yang menggunakan CR Code.
“Sekilas melihat QRIS, tentu bagi masyarakat awam masih banyak yang belum memahami, walaupun mungkin dalam penerapan pola pembayaran transaksi sebagian masyarakat telah menggunakannya dikarenakan tuntutan perkembangan teknologi,” ujar Laura (28/06).
Kedepan tentunya metode pembayaran QR Code akan semakin berkembang seiring semakin majunya teknologi yang memudahkan masyarakat.
“Saya percaya dengan adanya QRIS, dapat menjadi petunjuk arah dan standar pengembangan metode pembayaran sebagai cara pembayaran yang aman dan efesien,”beber dia.
Kepala Daerah pertama di Kalimantan Utara (Kaltara) ini melanjutkan, dalam kegiatan tersebut juga mensosialisasikan Ciri Keaslian Uang Rupiah (CIKUR).
“Hal ini juga penting untuk diketahui masyarakat, khususnya masyarakat Nunukan, karena ketidaktahuan masyarakat atas ciri uang asli atau palsu bisa merugikan masyarakat itu sendiri,”terangnya.

Sedangkan lalu lintas perdagangan serta geliat masyarakat di perbatasan Nunukan tidak lepas dari transaksi menggunakan uang. Hal ini menjadi bagian penting untuk kita lebih teliti.
“Saya berharap dalam sosialiasi ini tidak hanya diperuntukkan bagi instansi penerima pajak dan retribusi saja, namun skalanya dapat lebih diperlebar sehingga bisa dijangkau oleh seluruh masyarakat,”harap dia.
Selain QRIS dan CIKUR, Laura juga mengikuti sosialisasi aplikasi (Bapak Tiri Hebat) yang mana aplikasi tersebut digagas oleh salah satu kepala OPD Dinas Pendapatan Daerah.
“Patut kita dukung, karena beberapa tahun terkahir ini pemerintah Nunukan terus berupaya untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang bersumber dari pajak dan retribusi,”katanya.
Pemkab Nunukan tak pernah surut semangatnya untuk melakukan inovasi daerah dalam hal pelayanan publik.
“Hadirnya aplikasi Bapak Tiri Hebat menjadi salah satu dari sekian upaya untuk meraih perolehan pendapatan, saya bangga atas inovasi dan gagasan yang telah dibuat karena bisa menyesuaikan perkembangan teknologi,” demikian. (KA)


