NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Program Indonesia Mengajar merupakan sebuah lembaga nirlaba yang merekrut, melatih, dan mengirim generasi muda terbaik bangsa ke berbagai daerah di Indonesia, untuk mengabdi sebagai pengajar muda di Sekolah Dasar dan masyarakat selama kurang lebih 1 tahun, dan salah satunya adalah Kabupaten Nunukan yang telah beruntung mendapat kiriman Pengajar Muda dari Program Indonesia Mengajar.
Pengajar Muda Angkatan XIX dari Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar, yang sudah bertugas selama satu tahun tiga bulan telah berakhir masa tugasnya di Kabupaten Nunukan.
Para pengajar muda ini mohon diri dengan menggelar acara bertema” KAMI PAMIT” bersama pemerintah Daerah Kabupaten Nunukan. Acara ini dilaksanakan di ruang VIP lantai IV Kantor Bupati Nunukan, Selasa 16 Februari 2021.
Selama lima tahun secara bergantian para Pengajar Muda berada di Kabupaten Nunukan yang mengajar di daerah pelosok Kabupaten Nunukan, di antaranya Kecamatan sebatik tengah desa lordes, Kecamatan Tulin Onsoi desa Semunad, Sembakung atulai desa Tanjung matol, Kecamatan lumbis desa Patal, dan Lumbis Ogong desa Binter dan desa Suka Maju.
Pengajar-pengajar Muda Indonesia ini berasal dari berbagai macam daerah, ada yang berasal dari daerah Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Jepara, Sukabumi, dan Yogyakarta.
Asisten Pemerintahan dan Kesra Muhammad Amin, SH., mewakili Bupati Nunukan mengatakan mengajar di sekolah-sekolah pedalaman dan terpencil, yang jauh dari hiruk pikuk kehidupan kota tentu akan memberi sensasi dan pengalaman yang luar biasa bagi para mahasiswa yang tergabung dalam program Indonesia Mengajar.
“Apalagi saat mengajar selama satu tahun, para mahasiswa juga harus tinggal, berbaur dan bersosialisasi dengan kehidupan masyarakat setempat yang serba sederhana. Tidak ada signal Internet, fasilitas lampu penerangan terbatas. Serta akses transportasi yang begitu mahal dan terbatas adalah gambaran kondisi sulit yang harus dihadapi oleh para guru muda,” ujar Amin.
Kondisi yang bahkan mungkin tidak pernah terbayangkan sebelumnya. Namun percayalah bahwa dibalik berbagai kesulitan dan keterbatasan tersebut, tersimpan banyak sekali pelajaran berharga yang dapat kita petik dan ambil hikmahnya,”lanjut dia.
Para murid juga bisa belajar berbagai hal baru dari para guru muda tersebut. Pendek kata, kehadiran para mahasiswa dalam program Indonesia Mengajar seolah telah menjadi jembatan inspirasi dan masuknya berbagai jenis informasi dari kota ke pelosok – pelosok desa.
Persoalan klasik yang selalu dihadapi sekolah-sekolah di daerah pedalaman dan terpencil, yaitu masalah kekurangan guru, juga bisa teratasi oleh kehadiran program Indonesia Mengajar ini.
Apalagi di tengah situasi pandemi Covid-19 seperti saat ini dimana kegiatan belajar harus dilaksanakan secara online, menurut Amin kehadiran para guru muda menjadi sangat relevan.
Ketiadaan jaringan internet membuat mereka semakin aktif melakukan belajar kelompok dari rumah ke rumah secara berkeliling. Metode ini terbukti cukup efektif, sehingga meskipun tidak bisa melaksanakan pembelajaran online, namun proses belajar mengajar kepada para murid masih tetap berjalan.
“Saya atas nama Pemerintah Kabupaten Nunukan menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada seluruh anggota tim program Indonesia Mengajar, semoga kerja sama dan sinergi yang baik seperti ini dapat terus terjaga sehingga cita-cita bersama untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dapat segera kita wujudkan,” demikian.
*Humas/Rung
