NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Wakil Bupati Nunukan Hanafiah untuk pertama kalinya melakukan monitoring sejumlah pekerjaan fisik pembangunan di Pulau Sebatik Kabupaten Nunukan Kalimantan Utara (Kaltara) pada Rabu,(08/09/2021).
Pekerjaan program fisik tersebut bersumber dari dana APBN, APBD Provinsi Kaltara maupun dana yang bersumber dari APBD Kabupaten Nunukan.
Hanafiah langsung meninjau pembangunan fisik yakni sambungan rumah embung Lapio Sebatik Barat, pembangunan lanjutan jembatan wisata Mangrove Bebatubais Desa Setabu Sebatik Barat, Rekonstruksi Jalan Padaidi Sebatik, Pembangunan RKB SDIT Al Huda Sebatik, Peningkatan Jaringan Irigasi Tanjung Aru Sebatik Timur, Rekonstruksi Jalan Poros Tengah Pulau Sebatik Kecamatan Sebatik.
Wakil Bupati Nunukan ini menuturkan bahwa ingin melihat progres kegiatan program pembangunan fisik lebih dekat yang sudah dikerjakan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) sekaligus menjadi perhatian ketika ada masalah yang ditemukan.
“Kita akan tidak lanjuti jika ada masalah baik itu masalah kualitas dan kuantitas agar tidak berkelanjutan,” tutur Hanafiah usai melakukan monitoring (08/09).
Hanafiah menyampaikan hasil dari semua monitoring fisik yang dilakukan di Pulau Sebatik sudah sesuai dengan acuan yang ada.
“Untuk seluruh kegiatan sudah bagus, hasil yang mereka lakukan sesuai harapan,” kata dia.
Lebih jauh Hanafiah mengatakan seperti kegiatan pembangunan jembatan mangrove bebatubais yang ada di Desa Setabu secara keseluruhan hal tersebut bisa meningkatkan perekonomian masyarakat.
“Saya senang, yang pertama bisa mempertahankan lingkungan hijau, kedua ada potensi ekonomi masyarakat yang bisa ditingkatkan, hiburan juga buat masyarakat sekaligus ada proses edukasi kepada anak-anak untuk menjaga lingkungan,” jelas dia.
Begitu juga dengan program peningkatan jalan dan jembatan di Desa Padaidi Sebatik tentulah sudah sesuai kontrak yang ada.
“Ada kerangka acuan yang dikerjakan, untuk itu sudah ditingkatkan akses jalan dan jembatannya, ini juga untuk akses transportasi warga sekitar,” ungkap dia.
Sedangkan program fisik peningkatan jaringan irigasi di Desa Tanjung Aru Sebatik Timur bisa berdampak pada produksi panen padi yang bagus.
“Animo masyarakat sangat baik dalam melakukan cocok tanam (bertani) tentu kedepan berdampak pada peningkatan produksi panen padi, jadi perlu kita dukung,” pungkas dia. (KA)
