NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Wakil Bupati Nunukan H Hanafiah menyempatkan diri meninjau pelaksanaan seleksi terbuka atau assesment test Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) yang bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Airlangga Surabaya, di gedung Diklat BKPSDM Nunukan, (22/2/22).
Wabup Hanafiah diterima Ketua Tim Panitia Seleksi (Pansel) yang juga Sekretaris Daerah Serfianus didampingi anggota Tim Pansel yang juga Asisten Perekonomian dan Pembangunan H Asmar Said dan Plt Kaban BKPSDM Syafaruddin.
Maksud dan tujuan Wabup Hanafiah adalah untuk melihat langsung proses pelaksanaan seleksi terbuka.
“Pelaksanaan seleksi terbuka ini berjalan tertib dan sudah sesuai dengan regulasi,” ujar Wabup Hanafiah.
Wabup Hanafiah menjelaskan, assessment yang dilakukan sudah sesuai dengan aturan pemerintah pusat.
“Metode Selter seperti ini sesuai dengan Surat Edaran Menteri PANRB nomor 52 Tahun 2020,” katanya singkat.
Proses pelaksanaan tersebut dilakukan secara virtual oleh Fakultas Psikologi yang menugaskan dua orang anggotanya ke Nunukan mengatur proses selter secara online. Adapun tiga orang anggota Pansel lainnya tetap di Surabaya.
Memasuki hari kedua kemarin (Rabu 23/2) sebanyak 41 peserta yang lolos seleksi berkas mengikuti tahapan seleksi leaderless group discussion (LGD) dan wawancara.
Satu hari sebelumnya peserta mengikuti uji kompetensi manajerial (psikotest). “Hari ini, Kamis (24/2) akan memasuki tahapan terakhir yaitu test wawancara yang langsung dilakukan tim pansel baik yang ada di Nunukan maupun yang di Surabaya” kata Kabid Mutasi Sudirman.
Sudirman menambahkan sesuai ketentuan PP 11 tahun 2017 tentang manajemen PNS, tiga orang terbaik dari delapan jabatan yang di selter, akan diajukan kepada Pejabat Pembina Kepegawaian (PPK) yaitu Bupati Nunukan.
“Selanjutnya Bupati memilih satu dari tiga nama yang diajukan Pansel tersebut untuk mengisi jabatan kosong yg dilelang atau diselter untuk diajukan ke Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) guna mendapatkan rekomendasi pelantikan,” katanya.
Seleksi terbuka ini dilaksanakan selama tiga hari (22-24/2) memadukan antara virtual dan tatap muka. Perpaduan metode Selter ini menurut Serfianus, dilakukan sebagai bentuk penerapan protokol kesehatan mengingat trend perkembangan covid-19 kembali menanjak di Nunukan.
Delapan jabatan pimpinan tinggi pratama yang kosong antara lain, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD), Kepala Dinas Perumahan Kawasan dan Permukiman serta Pertanahan dan Sekretaris DPRD. (dh/hm/kh/*KA)


