Wujudkan Kaltara yang Maju, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan

oleh
oleh
Ruslim, Kepala bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah (PPW) provinsi Kaltara.

OPINI, Kaltaraaktual.com– Sejarah singkat provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) terbentuk sebagai Daerah Otonom Baru (DOB) berdasarkan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2012 tanggal 16 November 2012 tentang Pembentukan provinsi Kaltara, yang sebelumnya disahkan menjadi provinsi baru dalam rapat paripurna DPR pada tanggal 25 Oktober 2012.

Perjuangan terbentuknya provinsi Kaltara dimulai atas keresahan mahasiswa Utara pergerakan itu dimulai sejak tahun 90an hingga tahun 2000an, mahasiswa tersebut terdiri dari mahasiswa Utara asal Kota Tarakan, Nunukan dan Bulungan, yang berkuliah di Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Makassar/Ujung Pandang, Sulawesi Selatan, Kota Malang, Kota Surabaya, Jawa Timur, Jogjakarta.

Semangat inilah yang mengilhami terbentuknya provinsi Kaltara hingga berdiri sendiri menjadi provinsi yang terbilang baru, di wilayah Utara Kalimantan.

Keberlanjutan pembangunan untuk Kaltara

‘Kaltara yang Maju, Sejahtera, Adil dan Berkelanjutan’

Namun yang tidak kalah pentingnya Daerah maju adalah daerah yang berdaulat yang memiliki ekonomi, infrastruktur, diperlukan juga teknologi yang sangat maju dan kesejahteraan masyarakatnya juga tinggi. Wah idaman masyarakat Kaltara ketika ini bisa terwujud secara bertahap.

Daerah maju ini disebut juga dengan istilah daerah industri yang dicirikan oleh industri dalam skala luas. Standar kehidupan yang sangat tinggi sebagai hasil dari peningkatan produksi ekonomi, Kaltara sedang menuju kesana menerima megaproyek seperti bakal masuknya Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning, PT. Kalimantan Aluminium Industry (KAI) ditarget sudah bisa operasional pada semester II tahun 2025. Kayan Hydro Nusantara (KHN) yang membangun PLTA Mentarang juga mencatatkan progress yang positif. Pada prinsipnya pelayanan investasi terlihat signifikan di Kaltara.

Sejahtera

Masyarakat sejahtera merupakan masyarakat yang bisa menikmati kemakmuran utuh, tidak miskin, tidak menderita kelaparan, menikmati pendidikan, mampu mengimplementasikan kesetaraan gender, dan merasakan fasilitas kesehatan.

Ketika mengutip kamus bahasa Indonesia, sejahtera bisa diartikan tenteram, senang, dan sehat sentosa. Sehingga kehidupan sejahtera ditandai dengan kawasan lingkungan yang lebih ramah dan hijau, serta berkurangnya penyakit berbahaya menular.

Adapun ciri-ciri masyarakat sejahtera
Beberapa ciri-ciri masyarakat sejahtera sebagai berikut:

Sejahtera itu terpenuhinya segala kebutuhan pokok seperti pangan, sandang, dan papan. Setiap warga negara memiliki jaminan kesehatan yang baik sebab memiliki kemampuan untuk membiayai pengobatannya. Mendapat pendidikan yang layak sebab mampu membiayai layanan pendidikan yang dibutuhkan. Memiliki jaminan sosial saat memasuki usia tidak produktif (lansia). Rendahnya tingkat kriminalitas di suatu kelompok masyarakat
Tingkat kebahagiaan relatif lebih tinggi, dibuktikan dimasa Kepemimpinan Gubernur Kaltara Dr. (H.C). H. Zainal Arifin Paliwang, M.Hum Provinsi Kaltara juga dinobatkan sebagai provinsi paling bahagia urutan 2 di Indonesia pada tahun 2021. Sesuai dengan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) tanggal 27 Desember 2021 lalu, Kaltara memperoleh angka 76,33 atau terpaut angka 0,1 dengan urutan pertama yaitu Provinsi Maluku Utara dengan angka 76,34, berdasarkan survei oleh BPS.

Adil

Kenapa kata “ADIL” harus ada. Karena Kaltara ini dibentuk dari beberapa Kabupaten dan Kota, yang dihuni oleh berbagai Etnis yang tentunya baik Kabupaten/Kota dan penduduk yang ada di dalamnya semuanya harus bisa menikmati Pembangunan yang merata tanpa harus meninggalkan kearifan lokal, baik dari sisi seni dan budaya maupun perekonomian mandiri.

Pembangunan ‘Berkelanjutan’

Pembangunan daerah berkelanjutan adalah proses pembangunan yang bisa memaksimalkan segala sumber daya alam yang disediakan. Pembangunan berkelanjutan juga memiliki arti perencanaan pembangunan yang mampu memenuhi kebutuhan dari generasi saat ini tanpa membahayakan kesehatan dan keselamatan generasi mendatang hanya demi memenuhi kebutuhan sendiri. Artinya adalah pembangunan ekonomi selalu memanfaatkan sumber daya alam dan membuat generasi mendatang bisa melanjutkan pembangunan yang sudah dijalankan saat ini.

Pembangunan berkelanjutan juga upaya manusia atau stakeholder untuk memperbaiki mutu kehidupan dengan tetap berusaha tidak melampaui ekosistem pendukung kehidupannya. Dewasa ini masalah pembangunan berkelanjutan telah dijadikan sebagai isu penting yang perlu terus disosialisasikan di tengah masyarakat.

Dan sejatinya, keberlanjutan harus tetap ada. Agar apa yang sudah baik tetap dipertahankan dan tingkatkan, sementara yang buruk ditinggalkan. Karena membangun tidak harus selalu start dari nol, dengan kata lain, Kaltara tetap dihati masyarakat yang mengharapkan pembangunan berkelanjutan.

Tulisan Oleh: Ruslim, Kepala bidang Prasarana dan Pengembangan Wilayah (PPW) Provinsi Kaltara

Tinggalkan Balasan