TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- BRI Cabang Tanjung Selor telah menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp60 miliar hingga Juni 2026. Pembiayaan tersebut diberikan kepada 987 debitur sebagai bagian dari upaya memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di wilayah Tanjung Selor dan sekitarnya.
Pemimpin Cabang BRI Tanjung Selor, Muhammad Farhan, mengatakan penyaluran KUR difokuskan pada sektor-sektor produktif yang mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian daerah.
Menurutnya, akses permodalan yang lebih mudah melalui program KUR diharapkan mampu membantu pelaku usaha meningkatkan kapasitas produksi, memperluas usaha, hingga menciptakan lapangan kerja baru.
“Ini merupakan bagian dari peran BRI dalam memperkuat ekonomi berbasis UMKM di daerah. Selain memperluas akses pembiayaan, BRI juga mendorong peningkatan kapasitas UMKM melalui berbagai program pemberdayaan. Upaya ini dilakukan agar pelaku usaha tidak hanya memperoleh modal, tetapi juga mampu mengelola usaha secara lebih baik dan berkelanjutan,” kata Farhan dalam keterangannya, Kamis, (30/07/26).
Ia menjelaskan, penyaluran KUR juga menjadi bentuk dukungan BRI terhadap program pemerintah dalam memperkuat struktur ekonomi nasional melalui pemberdayaan UMKM, perluasan kesempatan kerja, dan pemerataan pembangunan.
Tak hanya menyediakan akses pembiayaan, BRI juga memberikan pendampingan kepada para pelaku usaha melalui edukasi finansial, pelatihan, hingga penguatan kapasitas bisnis agar usaha yang dijalankan dapat berkembang secara berkelanjutan.
Farhan menyebut langkah tersebut sejalan dengan visi BRI sebagai mitra pemberdayaan ekonomi kerakyatan, terutama di daerah yang memiliki potensi usaha yang besar.
“Dengan strategi yang terfokus pada sektor produktif, kami optimistis dapat terus menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat dan menjawab tantangan pembangunan inklusif di tingkat lokal,” ujarnya.
Ke depan, BRI Cabang Tanjung Selor menargetkan penyaluran KUR tetap difokuskan pada sektor-sektor produktif agar manfaat pembiayaan semakin dirasakan masyarakat.
“Kami berkomitmen untuk terus mendampingi dan membantu pelaku UMKM, tidak hanya berupa modal usaha saja tapi juga melalui pelatihan-pelatihan usaha dan program pemberdayaan lainnya. Kami juga terus mengedukasi pelaku usaha untuk melek digital dan memanfaatkan platform-platform penjualan online sehingga bisa mendorong kapasitas usaha dan bisa naik kelas,” tegas Farhan. (***)

