Pemkab Bulungan Dorong Kampung Nelayan Merah Putih, Dua Lokasi Masuk Verifikasi KKP

oleh
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Bulungan mengakselerasi penguatan sektor kelautan dan perikanan melalui program Kampung Nelayan Merah Putih. Program ini disiapkan sebagai kawasan terintegrasi yang ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan di wilayah pesisir Bulungan.

Bupati Bulungan Syarwani mengatakan, proses pengusulan Kampung Nelayan Merah Putih telah berjalan sejak 2025. Saat ini, dua lokasi utama telah memasuki tahap verifikasi lapangan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Republik Indonesia.

“Alhamdulillah, usulan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih tahun 2025 sudah kita sampaikan kepada Menteri KKP. Proses verifikasi lapangan juga sudah dilakukan oleh tim pusat sesuai ketentuan,” kata Syarwani, Jumat, (09/01/12).

Baca Juga  Program Sekolah Parlemen Gen Z, Arpiah: Edukasi Bagi Pemuda di Perbatasan

Dua wilayah yang menjadi prioritas pada 2025 adalah Kecamatan Bunyu yang ditetapkan sebagai proyek percontohan, serta Desa Tanah Kuning di Kecamatan Tanjung Palas Timur. Pemerintah daerah menilai kedua kawasan tersebut memiliki potensi strategis untuk pengembangan ekonomi pesisir berbasis perikanan.

Tak berhenti di situ, Pemkab Bulungan juga menyiapkan perluasan program untuk 2026. Syarwani bersama Sekretaris Daerah dan sejumlah kepala perangkat daerah telah melakukan audiensi langsung ke KKP pada pertengahan Desember 2025.

Baca Juga  Sekda Ernes Lepas Rombongan Ibadah Tokoh Agama Tahap II, Pemerintah Pastikan Dukungan Penuh

Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah mengusulkan beberapa titik baru, antara lain RT Tias di Kecamatan Tanjung Palas Timur, Desa Salimbatu khususnya wilayah Antal di Kecamatan Tanjung Palas Tengah, serta Desa Liagu di Kecamatan Sekatak.

Menurut Syarwani, Kampung Nelayan Merah Putih tidak dirancang sebagai kawasan permukiman semata. Program ini dikonsep sebagai kawasan industri kecil terintegrasi yang menghubungkan aktivitas nelayan dari hulu hingga hilir.

“Di sana nanti tidak hanya soal hasil tangkapan, tapi juga ada fasilitas pengolahan produk. Kebutuhan melaut seperti BBM hingga sarana perbengkelan akan tersedia dalam satu kawasan,” ujarnya.

Baca Juga  Kapolda Kaltara Dampingi Gubernur Tinjau Kawasan Industri Strategis PT. KIPI dan PT. KAI

Ia menambahkan, pengembangan Kampung Nelayan Merah Putih sejalan dengan arah kebijakan pemerintah pusat, khususnya dalam mendukung pencapaian Astacita. Melalui penguatan koperasi dan ekonomi pesisir, pemerintah daerah berharap pertumbuhan ekonomi lokal dapat terdorong secara berkelanjutan dan mandiri.

“Ini bagian dari komitmen kita menghadirkan fasilitas sesuai karakteristik wilayah Bulungan. Kita ingin nelayan lebih berdaya dan memiliki daya saing,” kata Syarwani. (**)

Tinggalkan Balasan