APKASINDO Kaltara Dorong Pengelolaan Koperasi Sawit yang Profesional dan Berkelanjutan

oleh -1004 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (APKASINDO) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Workshop Peningkatan Kapasitas Pengelolaan Koperasi Kelapa Sawit berbasis plasma di Hotel Pangeran Khar, Tanjung Selor, dari Selasa hingga Rabu (29/07/26). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kompetensi pengurus koperasi sekaligus menanamkan prinsip perkebunan sawit yang berkelanjutan.

Ketua APKASINDO Kaltara, Muhammad Khoiruddin, mengatakan workshop diikuti pengurus koperasi plasma dari Kabupaten Nunukan, Bulungan, Tana Tidung, dan Malinau. Menurutnya, peserta dari Malinau mendominasi karena lokasi kegiatan yang lebih mudah dijangkau.

“Di wilayah Tanjung Selor sendiri ada kurang lebih 31 koperasi plasma. Alhamdulillah sekitar 70 persen di antaranya hadir dalam workshop ini,” kata Khoiruddin usai penutupan kegiatan tersebut.

Baca Juga  Speedboat Kecelakaan di Perairan Nunukan, 3 Orang MD dan 5 Orang dalam Pencairan

Ia menjelaskan, peningkatan kapasitas pengurus koperasi menjadi penting agar pengelolaan kelembagaan semakin profesional, baik dari sisi administrasi, tata kelola, hingga peningkatan produktivitas kebun.

Tak hanya menghadirkan pengurus koperasi, APKASINDO juga melibatkan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Pertanian Universitas Kaltara. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya menyiapkan generasi muda yang memahami sektor perkebunan sawit.

“Kami memiliki tanggung jawab bukan hanya menciptakan keberhasilan ekonomi hari ini, tetapi juga memastikan keberlanjutan perkebunan bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Dalam workshop tersebut, peserta juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya penerapan pertanian berkelanjutan, termasuk penggunaan pupuk organik sebagai alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pupuk kimia.

Baca Juga  Biro Hukum Kaltara Fokus Mengambil Langkah Hukum atas Dugaan Pencemaran Nama Baik Pemerintah

Khoiruddin menjelaskan, penggunaan pupuk kimia secara berlebihan memang mampu meningkatkan hasil panen dalam waktu singkat. Namun, dalam jangka panjang dapat menurunkan kualitas tanah dan meningkatkan ketergantungan pada bahan baku impor.

“Karena sebagian besar bahan baku pupuk kimia berasal dari luar negeri dan bersumber dari fosil, suatu saat tentu akan terbatas. Karena itu kami mendorong penggunaan pupuk organik berbahan baku lokal yang lebih ramah lingkungan dan mendukung keberlanjutan,” jelasnya.

Menurut dia, penggunaan pupuk organik dapat membantu menjaga kesuburan tanah sehingga lahan perkebunan tetap produktif untuk diwariskan kepada generasi berikutnya.

Baca Juga  Perkuat Ekonomi Lokal, BRI Tanjung Selor Buka Rumah BUMN Bulungan

“Kita boleh mengejar hasil panen yang tinggi, tetapi jangan sampai mewariskan tanah yang rusak kepada anak cucu. Itu menjadi bagian dari tanggung jawab kita,” tegasnya.

Khoiruddin mengapresiasi antusiasme para mahasiswa yang mengikuti workshop. Meski sedang menjalani masa libur semester, mereka dinilai aktif berdiskusi dan menunjukkan ketertarikan terhadap pengelolaan perkebunan sawit yang berkelanjutan.

“Alhamdulillah mereka aktif bertanya dan berdiskusi. Mereka jadi memahami bahwa perkebunan sawit tidak hanya soal produksi, tetapi juga tentang bagaimana menjaga keberlanjutan dan masa depan sektor ini,” pungkasnya. (**)

Bagikan

Tinggalkan Balasan