TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Direktorat Samapta Polda Kalimantan Utara (Kaltara) kembali turun tangan menangani kebakaran lahan di kawasan Jalan Bukit Indah, SP 6, Kecamatan Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan. Petugas menemukan sejumlah titik api baru di lahan yang sebelumnya sudah dipadamkan.
Kebakaran terjadi di area seluas sekitar 11,5 hektare. Sebelumnya, personel Dit Samapta bersama BPBD dan instansi terkait telah melakukan pemadaman pada Senin (10/8/26).
Namun sehari kemudian, petugas kembali menemukan titik api di sekitar lokasi. Respons cepat pun dilakukan pada Rabu (12/8/2026) dengan mengerahkan puluhan personel.
Sebanyak 65 personel Dit Samapta Polda Kaltara dipimpin Ipda Budi Prayitno diterjunkan untuk mengendalikan api.
Penanganan tidak berlangsung mudah. Petugas harus menghadapi medan yang cukup sulit, terutama karena lokasi titik api cukup jauh dari sumber air.
Untuk menjangkau titik kebakaran, petugas memasang sambungan fire hose hingga sekitar 1,5 kilometer. Pasokan air juga didukung truk air milik PT Mill.
Sejumlah peralatan dikerahkan, mulai dari kendaraan Karhutla, Armoured Water Cannon (AWC), truk, kendaraan operasional Isuzu D-Max, mesin pompa air, backpack pump, hingga perlengkapan pemadaman manual dan alat pelindung diri.
Sebelum melakukan pemadaman, petugas melakukan asesmen ulang. Mereka memetakan titik api, arah pergerakan api, akses menuju lokasi, kondisi vegetasi hingga ketersediaan sumber air.
Pemadaman kemudian difokuskan pada titik yang masih aktif sekaligus membuat penyekatan agar api tidak menjalar ke area lain.
Kondisi lahan yang sebagian merupakan kawasan gambut membuat proses pemadaman harus dilakukan lebih teliti. Bara api dapat bertahan di bawah permukaan tanah dan kembali muncul setelah api di permukaan terlihat padam.
Karena itu, setelah api berhasil dikendalikan, petugas melakukan cooling down dan penyisiran secara menyeluruh.
Sisa bara, asap, sekam, serta titik panas menjadi perhatian petugas untuk memastikan tidak ada sumber api yang berpotensi kembali membesar.
Vegetasi berupa semak, pepohonan dan material kering, ditambah hembusan angin, juga menjadi faktor yang dapat mempercepat penyebaran api.
Setelah proses pemadaman selesai, personel melakukan sweeping di sekitar lokasi. Petugas memastikan tidak ada api maupun bara yang masih tersisa.
Pihak pengelola lahan PT PKN juga diminta melakukan pemantauan secara berkala dan segera melaporkan jika kembali ditemukan titik api.
Direktur Samapta Polda Kaltara Kombes Pol Andreas Deddy Wijaya mengatakan kecepatan respons menjadi salah satu hal yang ditekankan kepada personelnya dalam menangani kebakaran lahan.
Menurut dia, pemadaman tidak boleh berhenti ketika api di permukaan sudah tidak terlihat.
Penanganan tidak hanya berfokus pada memadamkan api, tetapi juga memastikan tidak ada bara atau titik panas yang dapat memicu kebakaran kembali,” kata Andreas.
Dia menyebut kondisi lahan gambut membutuhkan penanganan secara menyeluruh karena api bisa bertahan di bawah tanah dan kembali muncul.
Andreas juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, BPBD, instansi terkait dan pengelola lahan.
“Setelah proses pemadaman selesai, pemantauan tetap dilakukan secara berkala. Jangan sampai titik api yang sudah dipadamkan kembali muncul dan meluas,” ujarnya.
Dalam penanganan kali ini, titik api baru berhasil dipadamkan dan tidak meluas ke kawasan sekitar. Proses cooling down serta penyisiran juga telah dilakukan.
Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Kondisi di sekitar lokasi hingga kegiatan berakhir dilaporkan aman dan terkendali. (****)

