NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola destinasi wisata. Salah satunya melalui pengukuhan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) dan Workshop Peningkatan Kapasitas Keselamatan Wisata.
Kegiatan yang digelar di Besoy Batu Bedinding Air Terjun Binusan, belum lama ini, (09/26), itu dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata Kabupaten Nunukan H. Surai. Ia hadir mewakili Bupati Nunukan H. Irwan Sabri.
Workshop tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkab Nunukan meningkatkan kesiapsiagaan pengelola destinasi dan masyarakat dalam menghadapi potensi risiko maupun kondisi darurat di kawasan wisata.
Pemkab Nunukan menilai pengembangan pariwisata tak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi dan promosi. Faktor keamanan, keselamatan, kenyamanan, kebersihan serta kelestarian lingkungan juga harus menjadi perhatian.
Dalam sambutan Bupati yang disampaikan Surai, pemerintah mengajak seluruh elemen untuk membangun sektor pariwisata secara bersama-sama.
“Kalau dalam olahraga kita mengenal istilah tim, maka pariwisata juga membutuhkan sebuah tim yang kuat. Ada pemerintah, ada masyarakat, ada Pokdarwis, ada pemandu wisata, ada pelaku usaha dan ada generasi muda. Semua harus bergerak bersama,” kata Surai.
Menurutnya, Pokdarwis yang telah dikukuhkan tidak boleh berhenti pada pembentukan struktur organisasi. Kelompok tersebut diharapkan aktif mengelola sekaligus menjaga potensi wisata di wilayah masing-masing.
Surai juga mengingatkan pengelola destinasi agar memperhatikan kualitas pelayanan kepada wisatawan.
“Jaga kebersihan, jaga keamanan, jaga kenyamanan, jaga alam dan yang paling penting, berikan pelayanan yang baik kepada setiap wisatawan,” ujarnya.
Ia menegaskan aspek keselamatan harus ditempatkan sebagai prioritas dalam setiap kegiatan wisata. Dengan pengelolaan yang baik, wisatawan diharapkan dapat menikmati destinasi di Nunukan secara aman dan nyaman.
Pemkab Nunukan juga mendorong keterlibatan generasi muda. Pengembangan destinasi wisata dinilai dapat membuka ruang bagi anak muda untuk berinovasi sekaligus menciptakan peluang ekonomi baru.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Nunukan berharap terbangun kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, Pokdarwis, pengelola destinasi, pelaku usaha, pemandu wisata dan generasi muda.
“Harapannya, pariwisata Nunukan dapat berkembang menjadi sektor yang aman, nyaman dan berkelanjutan,” demikian disampaikan.
Workshop ini diikuti 62 peserta yang berasal dari pengelola destinasi wisata Sae Lanuka, Pokdarwis, pengelola destinasi Mangrove Belagaone, serta pengelola destinasi Pantai Eching. (mar/tus/prokompim/red).





