Kriyanusa 2026, Dekranasda Nunukan Perkuat Jejaring Pasarkan Produk Kriya

oleh -1118 Dilihat
oleh

JAKARTA, Kaltaraaktual.com- Ketua Dekranasda Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, menghadiri pembukaan Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta. Ajang tersebut menjadi momentum memperkenalkan potensi kerajinan daerah ke pasar yang lebih luas.

Pembukaan Kriyanusa 2026 digelar Sabtu (26/9/26). Pameran yang mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia” itu berlangsung hingga 30 September 2026.

Kriyanusa mempertemukan perajin, pelaku UMKM, Dekranasda dari berbagai daerah hingga masyarakat. Pameran ini menjadi ruang promosi sekaligus membuka peluang pengembangan pasar bagi produk-produk kriya Nusantara.

Pembukaan Kriyanusa 2026 turut dihadiri Ketua Umum Dekranas, Selvi Gibran Rakabuming. Dalam kesempatan tersebut, Selvi mendorong Kriyanusa menjadi ruang yang semakin luas bagi perajin dan UMKM daerah untuk memperkenalkan produk, memperluas pasar, serta meningkatkan daya saing.

Baca Juga  MBG Dinilai Gagal! 58 Siswa Keracunan Massal di Sebatik, HMI: Anak Perbatasan Bukan Kelinci Percobaan

Bagi Dekranasda Nunukan, keikutsertaan dalam pameran nasional tersebut menjadi kesempatan untuk memperluas jejaring sekaligus melihat perkembangan industri kriya. Mulai dari inovasi desain, tren produk, strategi pemasaran hingga peluang pengembangan pasar menjadi perhatian.

“Keikutsertaan kami di Kriyanusa 2026 menjadi momentum penting untuk melihat perkembangan dunia kriya sekaligus memperluas jejaring dengan perajin, pelaku UMKM dan Dekranasda dari berbagai daerah,” ujar Andi Annisa Muthia.

Dia mengatakan potensi kerajinan Nunukan perlu terus diperkenalkan di tingkat nasional. Tidak hanya sebagai bagian dari kekayaan budaya, produk kriya juga dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

“Kami ingin membawa semangat dan potensi kerajinan Nunukan agar semakin dikenal, tidak hanya sebagai bagian dari kekayaan budaya daerah, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan peluang pasar yang lebih luas,” katanya.

Baca Juga  Bunda PAUD Bulungan Dukung Revisi UU Sisdiknas Tantang Status Guru PAUD

Kriya Khas Masyarakat Perbatasan

Andi Annisa menyebut Nunukan memiliki kekayaan kriya yang lahir dari keberagaman budaya masyarakat perbatasan. Potensi tersebut antara lain wastra, anyaman, motif serta berbagai kerajinan khas daerah.

Menurutnya, pengembangan produk perlu dibarengi peningkatan kualitas agar mampu mengikuti kebutuhan pasar. “Nunukan memiliki kekayaan wastra, anyaman, motif dan kerajinan khas yang lahir dari budaya masyarakat perbatasan. Potensi ini perlu terus kita dorong melalui peningkatan kualitas, inovasi desain, kemasan dan pemasaran, sehingga produk para perajin kita mampu bersaing dan berkembang di tingkat nasional,” jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Andi Annisa juga tampil mengenakan busana bernuansa wastra daerah dengan motif batik. Penampilannya dilengkapi aksesori khas yang memperkuat identitas budaya Nusantara.

Baca Juga  Bupati Bulungan Beri Insentif Rp 900 Ribu Perbulan untuk Guru Paud hingga SMP

Dia menilai penggunaan wastra dan motif daerah pada busana maupun produk kreatif dapat menjadi sarana promosi budaya sekaligus meningkatkan nilai tambah produk kerajinan.

“Kami berharap momentum Kriyanusa ini dapat membuka lebih banyak peluang bagi para perajin dan pelaku UMKM Nunukan untuk naik kelas, memperluas pasar, serta membawa identitas kriya daerah perbatasan ke panggung yang lebih luas,” tuturnya.

Kriyanusa 2026 menjadi ruang pertemuan tradisi, kreativitas, inovasi dan peluang pasar. Bagi Nunukan, ajang tersebut menjadi kesempatan memperkenalkan identitas kriya daerah perbatasan sekaligus membangun jejaring untuk pengembangan produk dan pemasaran di tingkat nasional. (mdn/*hm/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan