Dekranasda Nunukan Bawa Batik Lulantatibu hingga Anyaman Rotan ke Kriyanusa 2026

oleh -1308 Dilihat
oleh

JAKARTA, Kaltaraaktual.com- Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Nunukan membawa sejumlah produk kerajinan khas daerah ke panggung nasional melalui Pameran Kerajinan Nusantara (Kriyanusa) 2026. Pameran tersebut digelar di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.

Kriyanusa 2026 mengusung tema “Cipta Kriya Berkelanjutan, Perajin Mendunia”. Ajang ini dimanfaatkan Dekranasda Nunukan untuk memperkenalkan produk kerajinan lokal sekaligus membuka peluang promosi, jejaring usaha hingga pasar yang lebih luas bagi para perajin.

Ketua Dekranasda Kabupaten Nunukan, Andi Annisa Muthia, hadir langsung dalam pembukaan Kriyanusa 2026 pada Sabtu (26/9/26).

Dekranasda Nunukan turut membawa sejumlah perajin, di antaranya perajin batik dan anyaman rotan daerah. Karya desainer tangan penyandang disabilitas juga ditampilkan dalam kegiatan tersebut.

Salah satu produk yang menjadi identitas kerajinan Nunukan adalah Batik Lulantatibu. Di sela kegiatan Kriyanusa, Annisa bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kalimantan Utara, Rahmawati Zainal, ikut menunjukkan proses pengembangan kerajinan dengan mengukir motif Batik Lulantatibu secara langsung.

Baca Juga  Mulai 01 Oktober Pemkab Bulungan Bebaskan Denda Keterlambatan Pembayaran PBB

Mengenakan busana bermotif khas daerah, Annisa tampak mengikuti proses pengukiran pola pada kain.

Menurut Annisa, pelestarian kerajinan daerah tidak cukup hanya dilakukan dengan memamerkan produk. Keterampilan, kreativitas dan pengetahuan para perajin juga perlu terus dijaga dan dikembangkan.

“Kriyanusa bukan hanya ruang untuk memamerkan produk kerajinan, tetapi juga kesempatan untuk belajar, membangun jejaring dan melihat bagaimana produk daerah dapat dikembangkan agar memiliki daya saing lebih luas,” ujar Annisa.

Dia mengatakan keikutsertaan perajin Nunukan dalam pameran nasional menjadi kesempatan untuk melihat perkembangan industri kerajinan, tren desain, kebutuhan konsumen hingga strategi pemasaran.

Annisa pun mendorong para perajin dan pelaku UMKM agar tidak hanya fokus pada kemampuan menghasilkan produk. Menurutnya, kualitas, desain, kemasan dan pemasaran juga harus terus diperkuat tanpa menghilangkan karakter daerah.

Baca Juga  Bupati Syarwani Lepas Kontingen KTNA Bulungan ke Pekan Daerah Provinsi Kaltara 2025

“Kita ingin produk Nunukan tidak berhenti hanya dikenal di daerah sendiri. Dari perbatasan, kita harus berani membawa karya dan cerita tentang Nunukan ke tingkat nasional, bahkan membuka peluang menuju pasar global,” katanya.

“Identitas budaya harus tetap kita jaga, tetapi cara kita mengemas dan memasarkannya harus terus berkembang,” sambungnya.

Dorong Kerajinan Jadi Kekuatan Ekonomi

Annisa menilai Nunukan memiliki potensi kerajinan yang cukup besar. Kekayaan motif, bahan lokal dan keterampilan perajin dinilai dapat dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi.

Kehadiran dalam pameran berskala nasional dinilai penting untuk mempertemukan perajin dengan konsumen, pelaku usaha, komunitas kreatif hingga calon mitra dari berbagai daerah.

Partisipasi Nunukan juga diwarnai dengan tampilnya karya desainer tangan penyandang disabilitas. Karya tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif.

Annisa mengatakan setiap individu memiliki kesempatan untuk menunjukkan kemampuan dan menghasilkan karya bernilai.

Baca Juga  Aset Pemprov Kaltara Tersebar di 5 Daerah, BKAD Andalkan UPT untuk Verifikasi Inventaris

“Jangan takut bermimpi besar. Setiap karya yang dibuat dengan sungguh-sungguh memiliki kesempatan untuk dikenal lebih luas. Mari kita jadikan kerajinan sebagai kekuatan ekonomi sekaligus kebanggaan daerah,” tegasnya.

Dia berharap pengalaman mengikuti Kriyanusa 2026 dapat menjadi bekal bagi perajin Nunukan untuk meningkatkan kualitas produk sekaligus membaca peluang pasar yang lebih luas.

Bagi Nunukan sebagai daerah perbatasan, keikutsertaan dalam Kriyanusa juga menjadi kesempatan untuk membawa identitas daerah ke tingkat nasional.

Batik Lulantatibu, anyaman rotan dan berbagai produk kreatif lainnya tidak hanya diposisikan sebagai komoditas. Produk tersebut juga membawa cerita serta karakter masyarakat perbatasan.

Melalui Kriyanusa 2026, Dekranasda Nunukan berharap ruang promosi produk lokal semakin terbuka, jejaring perajin bertambah, serta kepercayaan diri pelaku kerajinan semakin kuat untuk mengembangkan produk hingga pasar yang lebih luas. Dari Nunukan, karya perajin perbatasan dibawa ke panggung nasional. (mdn/*hm/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan