TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama Pemerintah Kabupaten Bulungan mulai mematangkan pengelolaan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Kecamatan Bunyu, Kalimantan Utara.
Persiapan tersebut dilakukan melalui sosialisasi rencana pengelolaan dan operasionalisasi KNMP yang digelar KKP melalui Direktorat Perlindungan dan Pemberdayaan Nelayan bersama Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan, Senin (28/9/26).
Kegiatan itu melibatkan pemerintah desa serta pengurus tiga Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang berada di Kecamatan Bunyu. Sosialisasi dilakukan untuk memastikan pihak yang nantinya terlibat dalam pengelolaan KNMP memahami mekanisme dan konsep pengoperasiannya.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Bulungan Syam Hendarsyah mengatakan kegiatan tersebut menjadi bagian dari persiapan sebelum KNMP Bunyu mulai beroperasi.
“Agenda di Bunyu kemarin adalah sosialisasi rencana pengelolaan dan persiapan operasionalisasi KNMP Bunyu bersama tim kerja dari Kementerian Kelautan dan Perikanan,” kata Syam belum lama ini.
Menurutnya, pengelolaan KNMP tidak hanya melibatkan pemerintah daerah dan KKP. Masyarakat serta lembaga ekonomi desa juga akan memiliki peran dalam menjalankan program tersebut.
“Pesertanya melibatkan tiga desa dan tiga Koperasi Desa Merah Putih se-Kecamatan Bunyu agar pengelola dan masyarakat memahami penuh konsep pengelolaan KNMP ini,” jelasnya.
Syam menyebut pelibatan sejak tahap persiapan diperlukan agar pengelola di tingkat desa memahami pembagian peran dan tata kelola KNMP.
Program KNMP sendiri diarahkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat pesisir, khususnya nelayan, melalui pengelolaan usaha perikanan yang lebih terintegrasi.
Di Bunyu, konsep KNMP dikembangkan dengan pendekatan hulu-hilir. Rantai kegiatan mencakup kebutuhan nelayan sebelum melaut, seperti es, BBM dan perbekalan, hingga penanganan hasil tangkapan, penyimpanan dan pemasaran.
Pemkab Bulungan berharap sinergi dengan KKP dan pemerintah desa dapat membuat KNMP Bunyu tidak berhenti pada pembangunan sarana, tetapi berlanjut menjadi pusat aktivitas ekonomi yang dikelola secara berkelanjutan oleh masyarakat.
“Intinya bagaimana konsep KNMP ini bisa dipahami bersama, sehingga ketika operasional sudah berjalan, masing-masing pihak mengetahui peran dan tanggung jawabnya,” pungkas Syam. (jm/red)

