Abrasi Ancam Permukiman Warga di Sebatik, Rismanto Siap Koordinasi dengan Pemerintah

oleh -1316 Dilihat
oleh

NUNUKAN, KaltaraAktual.com- Reses anggota DPRD Kalimantan Utara, Rismanto, di Desa Bukit Aru Indah (BAI), Kecamatan Sebatik Timur, Kabupaten Nunukan, Sabtu (16/05/26), dipenuhi keluhan warga pesisir. Abrasi pantai yang kian parah hingga kebutuhan mesin untuk nelayan menjadi persoalan utama yang disampaikan masyarakat.

Dalam pertemuan itu, warga mengaku abrasi terus menggerus bibir pantai dan mulai mengancam permukiman. Bahkan, beberapa rumah warga disebut mengalami kerusakan akibat hantaman ombak.

“Sudah ada rumah warga yang rubuh karena abrasi. Kami berharap ada penanganan serius sebelum kondisi semakin parah,” kata Martang, salah satu warga saat dialog bersama legislator Kaltara tersebut.

Baca Juga  WFA Disalahpahami, ASN Seharusnya Jangan Lalai Layani Publik

Tak hanya soal abrasi, masyarakat juga meminta perhatian terhadap kebutuhan nelayan. Warga menilai bantuan mesin perahu sangat dibutuhkan untuk menunjang aktivitas melaut yang menjadi sumber penghasilan utama masyarakat setempat.

“Kami berharap ada bantuan mesin supaya nelayan lebih mudah melaut dan ekonomi warga bisa meningkat,” ujar Bahar, warga Desa Bukit Aru Indah.

Baca Juga  Forum Mentari Kaltara Wadah Partisipasi Masyarakat Kelompok yang Rentan

Menanggapi aspirasi itu, Rismanto memastikan seluruh keluhan warga akan dibawa dan diperjuangkan melalui pemerintah daerah maupun instansi terkait di tingkat provinsi.

Menurutnya, reses menjadi momen penting bagi wakil rakyat untuk mendengar langsung persoalan masyarakat, terutama di wilayah pesisir dan perbatasan yang masih membutuhkan perhatian pembangunan.

“Masalah abrasi dan kebutuhan nelayan ini tentu menjadi perhatian. Semua aspirasi masyarakat akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pemerintah agar ada solusi nyata,” imbuhnya Rismanto.

Baca Juga  Pimpin Anev Triwulan III 2025, Kapolda Kaltara Tekankan Soliditas dan Percepatan Kinerja

Kegiatan reses berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Warga berharap persoalan abrasi yang dinilai semakin mengancam permukiman bisa segera mendapat penanganan dari pemerintah. (dn/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan