Budaya Lokal Tetap Hidup, Festival Dayak Lundayeh Hadirkan Ruang Ekspresi Generasi Muda

oleh -1231 Dilihat
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com- Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III resmi berakhir di Panggung Budaya Padan Liu’ Burung, Kabupaten Malinau, Minggu (24/05/26) malam. Penutupan festival berlangsung meriah dengan dihadiri masyarakat, komunitas seni, hingga generasi muda yang memadati area kegiatan.

Ketua Felefet Indonesia, Yosep Padenur, menyebut festival budaya tersebut bukan hanya sekadar agenda tahunan atau hiburan semata. Menurutnya, kegiatan itu menjadi ruang penting untuk menjaga tradisi sekaligus memberi tempat bagi kreativitas generasi muda berkembang.

“Tradisi itu bukan hanya cerita masa lalu yang disimpan, tetapi ruang hidup tempat nilai, simbol, dan kreativitas terus tumbuh,” kata Yosep dalam sambutannya.

Baca Juga  Sekda Malinau Tekankan Peran Warga dalam Rencana Investasi Sawit

Ia menilai budaya daerah perlu terus diwariskan agar tidak hilang di tengah perkembangan zaman. Karena itu, keterlibatan anak muda dianggap menjadi kunci agar identitas budaya tetap bertahan.

Dalam festival tersebut, panitia menggelar berbagai perlombaan bernuansa budaya dan kreativitas. Mulai dari tari kreasi tradisional, lomba band, lomba sumpit, hingga lomba lukis kanvas bertema budaya lokal.

Menurut Yosep, seluruh kegiatan dirancang sebagai wadah ekspresi sekaligus ruang belajar bagi peserta. Ia menegaskan bahwa tujuan utama festival bukan semata mencari pemenang, melainkan memperkuat rasa persaudaraan dan kecintaan terhadap budaya daerah.

Baca Juga  Pemprov Kaltara Tingkatkan Infrastruktur Jalan Lingkar Pulau Nunukan

“Budaya akan terus hidup kalau anak mudanya mau terlibat dan berkarya,” ujarnya.

Ia juga memaparkan perkembangan Sanggar Seni Felefet Indonesia yang kini memiliki jaringan di sejumlah daerah seperti Kerayan, Malaysia, Samarinda, Yogyakarta, dan Malinau. Saat ini, sanggar tersebut disebut memiliki sekitar 200 anggota yang terdiri dari penari, pemusik tradisional, grup band, hingga pegiat seni lainnya.

Selain aktif di tingkat daerah, Felefet juga pernah tampil dalam sejumlah kegiatan nasional. Pada 2023, sanggar itu mengikuti program Indonesia Kaya dan masuk peringkat 14 besar dari sekitar 1.500 sanggar seni se-Indonesia. Kemudian pada 2024, Felefet bersama Pemerintah Kabupaten Malinau tampil di Istana Negara dan pada 2025 mengikuti Nusantara Cultural Festival di IKN.

Baca Juga  Kapolda Kaltara Hadiri Upacara Peringatan HUT ke-13 Provinsi Kaltara

Festival Seni dan Budaya Dayak Lundayeh III resmi ditutup oleh Pemerintah Kabupaten Malinau yang diwakili Sekretaris Daerah Malinau. Penutupan acara berlangsung penuh antusias dan mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. (diskominfomln)

Bagikan

Tinggalkan Balasan