Desa Sarjana Unggul Buka Jalan Anak Desa Raih Gelar Sarjana, Kini Kembali Membangun Malinau

oleh -1713 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Program Desa Sarjana Unggul yang digagas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau mulai menunjukkan hasil. Sejumlah mahasiswa penerima beasiswa kini telah menyelesaikan pendidikan tinggi dan bersiap kembali ke desa untuk mengabdikan ilmu yang mereka peroleh.

Program yang menjadi salah satu prioritas Bupati Malinau Wempi W. Mawa itu dirancang untuk memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri desa sekaligus menyiapkan sumber daya manusia yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan di wilayah masing-masing.

Salah satu penerima manfaat, Lili Mersi Merang dari Desa Nawang Baru, mengaku program tersebut menjadi titik balik yang membuatnya dapat menyelesaikan kuliah di Jurusan Gizi. Ia mengikuti Program Desa Sarjana Unggul pada 2024 dan lulus pada 2026.

Menurut Lili, ilmu yang diperolehnya akan difokuskan untuk mengatasi persoalan kesehatan masyarakat di desanya, terutama edukasi pola makan sehat bagi ibu hamil serta pencegahan stunting pada balita.

“Masih banyak masyarakat yang menganggap yang penting makan, tanpa memperhatikan kecukupan gizi. Saya ingin memberikan edukasi mengenai pola hidup sehat dan membantu menekan angka stunting di Desa Nawang Baru,” ujarnya, Kamis, 06/08/26).

Baca Juga  Kolaborasi Tak Terduga! Uyau Moris & Slank Bawa Nuansa Etnik Rock di Pembukaan Festival IRAU Malinau

Lili mengungkapkan, sebelum memperoleh beasiswa, ia hampir menghentikan kuliah karena keterbatasan biaya. Orang tuanya sempat merasa keberatan membiayai pendidikan di jurusan yang dipilihnya.

“Saya bahkan sempat berpikir untuk cuti kuliah. Setelah mendapat informasi Program Desa Sarjana Unggul, saya mendaftar dan akhirnya diterima. Program ini membuat saya bisa melanjutkan hingga lulus,” katanya.

Ia menambahkan, orang tuanya merasa sangat terbantu karena beasiswa tersebut mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung keluarga.

Cerita serupa disampaikan Dika Stephanie Christine dari Desa Setulang yang bergabung dalam Program Desa Sarjana Unggul sejak 2022. Mahasiswi Jurusan Kehutanan itu menilai beasiswa tidak hanya meringankan ekonomi keluarga, tetapi juga membuka peluang untuk berkontribusi terhadap pengelolaan hutan di desanya.

Baca Juga  Bupati Bulungan Dukung Swasembada Pangan di Lahan Cetak Sawah Rakyat Salimbatu

Dika mengatakan, setelah menyelesaikan masa magang di kantor, ia akan menjalani pengabdian selama enam bulan di desa. Selama masa itu, ia ingin membantu pemerintah desa mengembangkan potensi kawasan hutan sekaligus memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

“Ilmu yang saya pelajari di kampus nantinya ingin saya terapkan untuk membantu desa mengelola sumber daya hutan secara baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, penerima manfaat lainnya, Urai dari Desa Wisata Setulang, mengaku Program Desa Sarjana Unggul menjadi kesempatan besar baginya untuk menyelesaikan pendidikan meski berasal dari keluarga dengan keterbatasan ekonomi.

Mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2024 itu mengatakan beasiswa yang diterimanya membantu memenuhi biaya kuliah hingga kebutuhan tempat tinggal selama menempuh pendidikan.

Setelah kembali ke desa, Urai berencana membuka kelas bahasa Inggris bagi anak-anak dan masyarakat. Menurutnya, kemampuan berbahasa asing akan menjadi nilai tambah karena desa wisata tempat tinggalnya cukup sering dikunjungi wisatawan.

Baca Juga  Refleksi 25 Tahun Nunukan, Gotong Royong Merawat Kebersamaan

“Saya ingin membuka les bahasa Inggris untuk anak-anak maupun masyarakat yang ingin belajar. Harapannya, kemampuan itu bisa mendukung pengembangan desa wisata dan masyarakat juga lebih siap menjadi pemandu wisata,” ujarnya.

Program Desa Sarjana Unggul menjadi salah satu program unggulan Bupati Wempi W. Mawa dalam membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Malinau. Melalui skema beasiswa dan pengabdian di desa setelah lulus, Pemkab Malinau berupaya memastikan lulusan perguruan tinggi tidak hanya memperoleh pendidikan, tetapi juga kembali membawa ilmu dan inovasi untuk meningkatkan kualitas pelayanan, kesehatan, pendidikan, hingga pengelolaan potensi desa.

Bagi Pemkab Malinau, keberhasilan program ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pemerataan pendidikan hingga pelosok sekaligus menyiapkan generasi muda yang mampu menjadi penggerak pembangunan di desa masing-masing. (***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan