NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Sebelumnya viral, video Edy Mulyadi yang diduga menghina masyarakat Kalimantan melalui aku media sosial pribadinya. Perihal Edy Mulyadi mengatakan Kalimantan sebagai tempat jin membuang anaknya.
Diduga dalam video yang diunggah di kanal Youtube miliknya pada Selasa, 18 Januari 2022 lalu, dia bersama sejumlah pihak lainnya menyatakan penolakan terkait pemindahan ibu kota ke Kalimantan dengan bahan ejekan-ejekan.
Edy Mulyadi dalam videonya mengatakan Ibu Kota Negara akan dipindah ke Kalimantan yang disebutnya sebagai tempat jin membuang anak. Bahkan Edy Mulyadi menyebut pasar bagi Ibu Kota Baru adalah kuntilanak dan genderuwo.
Hal tersebut mendapat respon dari berbagai kalangan, kali ini datang dari pengacara yang berkantor di Malang Jawa Timur, ia juga berasal dari Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara.
“Pernyataan edy mulyadi jelas-jelas sangat menghina dan merendahkan martabat seluruh elemen masyarakat di kalimantan, saya sendiri yang lahir di Kalimantan, tentu sangat kaget melihat dan mendengar pernyataan edy mulyadi tersebut, merasa bila orang-orang yg berada di pulau kalimantan adalah orang orang yang tidak layak untuk dihargai dan dihormati layaknya manusia,” tutur Milke Margareth, SH,MH saat menghubungi Kaltaraaktual.com, Selasa, (25/01/22)
Milke sapaan akrabnya, menjelaskan, ada unsur kesengajaan yang dilakukan dan ini mengakibatkan perpecahan karena terlalu rasis dengan hinaan yang dilakukan.
“Perbuatan (Edy Mulyadi) yang tidak sesuai dengan bhineka tunggal ika, dimana persatuan dan kesatuan harus dijunjung tinggi, sehingga tidak akan terjadi perbedaan ras dan etnis tertentu di seluruh elemen penduduk di negara NKRI ini,” jelas dia.
Untuk itu Milke meminta agar aparat dalam hal ini pihak Kepolisian memproses secara hukum.
“Agar tidak ada lagi orang-orang yang seperti Edy Mulyadi dimuka bumi tanah air indonesia, harus ditindaklanjuti sesuai dengan hukum yang berlaku. Saya Siap memperkarakan itu yang namanya Edy Mulyadi ke aparat Kepolisian,” tegasnya.
Semoga seluruh masyarakat di Kalimantan tetap mempererat tali persaudaraan dan saling bersatu untuk menyelesaikan setiap permasalahan dengan sangat bijaksana. (KA)
