DPRD Kaltara Dukung Enggang Kaltara Project

oleh
oleh
Anggota DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. GLOBAL ECO RESCUE (GER) Lestari dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kaltara guna membahas Enggang Kaltara Project pada Senin, (20/11/23)

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama PT. GLOBAL ECO RESCUE (GER) Lestari dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kaltara terkait Enggang Kaltara Project, pada Senin, (20/11/23).

Tampak Direktur PT GER Lestari  Faisal Fuad dan Mikael Pai bersama rombongan OPD Kaltara yang diwakili oleh Kepala Bappeda Kaltara Bertius, DLH, Kaltara, Dinas Pertanian Kaltara, DKP Kaltara, Dinas Kehutanan Kaltara, DPMPTSP Kaltara, DPMD Kaltara serta dihadiri Ketua DPRD Kaltara Albertus SM Baya dan beberapa anggota DPRD Kaltara.

Ketu Komisi I DPRD Kaltara Ainun Faridah mengatakan bahwa
perlu izin ke DPRD sebelum ke masyarakat sehingga Ainun meminta pihak PT GER Lestari untuk komitmen agar masyarakat diberdayakan.

“Kemudian ketika dana sudah cair mesti harus dikembalikan ke masyarakat desa, Dana karbon di Kaltim yang sudah cair sebenarnya ada sumbangsih dari kaltara itu perlu di tuntut ke Kaltim,” kata Ainun.

Ainun mengamini langkah PT GER Lestari untuk menggarap Enggang Kaltara Project dan berharap agar terus dilanjutkan dengan catatan betul bawa dampak positif terhadap masyarakat dan PAD Kaltara.

“Pembahasan kedepan mohon dikomunikasikan dengan DPRD khususnya komisi II mengenai pendapatnya. Jadi projects tersebut juga harus membawa dampak untuk PAD Kaltara,” katanya.

Senada dengan Ainun, anggota DPRD Kaltara Elia DJ juga mendukung Enggang Kaltara Project. Elia mengungkapkan kegiatan positif tersebut mesti di dukung karena berdampak dengan masyarakat adat dan desa.

“Mekanisme pelaksanaan bagaimana? Jangan sampai mandek di tengah jalan atau pelaksanaan jangan setengah-setengah. Adakah kaitan penganggaran di APBD, jika mandiri didukung seratus persen. Regulasi harus diatur sehingga masyarakat tidak dibatasi dilapangan.DPRD siap mendukung PT GER Lestari,” ungkap Elia DJ.

Menjawab pertanyaan dan tanggapan anggota DPRD Kaltara, Direktur PT GER Lestari Faisal Fuad menjelaskan, sebagai sebuah perusahaan yang bergerak di sektor pengembangan low carbon development di tingkat internasional, Global Eco Rescue AG dan afiliasinya PT Global Eco Rescue Lestari (GER-L) menjalin kerja sama dengan BUMD Kaltara melalui Kesepakatan Kerja Sama Program (Cooperation Agreement) sebagai komitmen GER-L dalam rangka mendukung penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) pemerintah Kaltara.

“Kerja sama ini sebagai percepatan konservasi kolaboratif dan restorasi Pada ekosistem mangrove dan lahan gambut untuk mendukung E-NDC Yurisdiksi di Provinsi Kaltara.
Kolaborasi yang digagas antara GER-L dan Pemerintah Provinsi Kaltara (melalui BUMD Kaltara PT Enggang Kaltara Lestari atau EKL) dalam rangka memperoleh manfaat optimal dari inovasi tatalaksana NEK di tingkat tapak melalui terapan pembangunan rendah karbon berketahanan iklim pada tingkat kampung/desa/kelurahan, serta kerjasama dalam lingkup luas dalam menembus pasar karbon internasional,” kata Faisal Fuad.

Faisal Fuad menyampaikan, kemitraan ini juga akan menarik investasi publik yang signifikan dalam menjawab kebutuhan inovasi pembiayaan aksi mitigasi perubahan iklim dan pembangunan wilayah Kaltara. Skema kemitraan ini juga akan memastikan pengembangan strategi untuk mencapai sustainable development goals (SDGs) di tingkat tapak perdesaan yang berkualitas tinggi, dengan pemenuhan beragam standar internasional.

“Kenapa mangrove dan gambut? karena disana terjadi degradasi hutannya yang tinggi dan lahan penyumbang pengurangan emisi karbon masyarakat semua mesti tau mengenai projek ini dan standar sertifikasi sangat tinggi sehingga perlu dilaksanakan sesuai standar. GERL komitmen untuk menghasilkan PAD Pemprov Kaltara lewat project,” ungkap Faisal Fuad.

Faisal menambahkan, bahwa Kaltara enggang projects merupakan perwujudan ekonomi hijau yang rendah karbon (green & low carbon economy atau GLCE) sesuai RPJMN 2020-2024 dan Visi Indonesia 2045 di wilayah Provinsi Kalimantan Utara, memerlukan dukungan investasi.

“Semoga pola kerja transisional yang didukung berjalannya collaborative platform dalam memperkuat ekonomi lokal bersama para pemangku kepentingan, khususnya masyarakat di wilayah kampung (desa) dan masyarakat adat,” tambahnya.

Selain itu, direktur PT GER Lestari Mikael PAI juga menyampaikan projects tersebut untuk penurunan emisi GRK dengan prinsip reversibilitas, pengelolaan serta pemulihan ekosistem mangrove dan gambut Kaltara diharapkan mampu menyimpan karbon dalam biomassa secara lebih permanen, dan menyerap emisi GRK melalui solusi berbasis alam bersifat reversibel, artinya GRK (CO2) yang ditangkap akan dicegah kembali ke atmosfer melalui mitigasi perubahan penggunaan lahan atau pengelolaan lahan, atau deforestasi dan degradasi.

“Manfaat tambahan yang beragam juga diupayakan, mulai dari udara dan air yang lebih bersih hingga pengendalian erosi dan abrasi wilayah pesisir, perlindungan dari bencana banjir, dan banyak lagi aspek ketahanan iklim lainnya yang mendukung kehidupan berkelanjutan masyarakat lokal dan masyarakat adat di perdesaan sebagai bagian dari Strategi Kampung Pro Iklim,” katanya

Pihak PT GER Lestari juga menginformasikan pada pelaksanaannya kedepan, tiga puluh persen hasil dari Enggang Kaltara Project masuk pada PAD dan langsung dirasakan oleh pemerintah dan masyarakat sekitar. (snd/*)

Tinggalkan Balasan