Geruduk Kantor DPRD Kaltara, Ratusan Supir Truk dan Aliansi Mahasiswa Pertanyakan Kelangkaan Solar

oleh
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Ratusan supir truk dan aliansi mahasiswa Universitas Kaltara yang terdiri dari BEM Unikal, HMI, LMND, serta Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) menggelar aksi bersama  menuntut kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bio solar yang terjadi di Ibu Kota Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) di depan kantor DPRD Kaltara pada Kamis, (28/12/23) .

Aksi ini merupakan buntut dari protes para sopir truk akibat kelangkaan BBM bio solar tiga tahun terakhir ini di Ibu kota Kaltara, termasuk para aliansi yang tergabung dalam demonstrasi.

Terpantau di lapangan aksi ratusan supir truk ini dimulai sejak pukul 10:00 WITA dan sesampainya di Kantor DPRD Kaltara, ratusan sopir memarkiran mobil tepat di sepanjang jalan kantor DPRD Kaltara.

Perwakilan Aliansi mahasiswa Kaltara dari HMI Cabang Tanjung Selor Zulfikar dalam orasinya menyampaikan kelangkaan solar yang terjadi membuat para Supit truk tidak bisa menggais rezeki.

“Kasian anak istri mereka yang membutuhkan makan, tapi karena solar sulit didapatkan  dan harus antri berhari-hari membuat imbasnya kemana-mana,” ujar Zulfikar .

“Tidak sedikit para supir truck dengan terpaksa sampai menginap di jalanan sepanjang tempat pengisian BBM SPBU Bulungan hingga berhari-hari untuk hanya mendapatkan 50 Liter solar,” tambahnya.

Dalam aksinya aliansi juga menuntut agar para anggota DPRD dan pemangku kebijakan mengusut persoalan ini dengan tuntas karena masalah yang berlarut-larut

“Para anggota DPRD Kaltara jangan tidur, dengarkan suara kami dari rakyat.  mafia solar harus diusut tuntas,” katanya.

Sedangkan soal kelangkaan solar, dari aliansi mahasiswa menuntut empat point untuk disetujui DPRD Kaltara yaitu:

1.Menuntut oknum aparat dan petugas, yang terlibat dalam penyimpangan BBM

2.Pemerintah dapat menindak instansi serta memberi sanksi serta melakukan pengawasan terhadap SPBU yang melakukan penyimpangan BBM.

3.Meminta kepada Pemprov Kaltara melakukan peningkatan kuota bersubsidi di Kaltara khusus Bulungan.

4.Mendesak agar membentuk pansus untuk pengawasan dan penyelesaiannya permasalahan BBM di Kaltara khususnya melibatkan supir, mahasiswa dan buruh.

Usai melaksanakan makan siang bersama aliansi, pihak DPRD Kaltara yang di wakili Anggota DPRD Kaltara Iskandar dan H Saleh dan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Bustan, pihak SPBU kabupaten Bulungan, Kapolresta Bulungan dan Dandim Bulungan menandatangani persetujuan akan empat point tuntutan pihak aliansi sehingga bisa mengawal tuntutan tersebut dikemudian hari. (**)

Tinggalkan Balasan