MALINAU, KaltaraAktual.com- Mengawali hari pertama masuk kerja aparatur sipil negara (ASN) usai libur panjang Idulfitri, Bupati Malinau Wempi W. Mawa memimpin langsung kegiatan kerja bakti massal (korve) di wilayah Kabupaten Malinau, Senin (30/3/26) pagi.
Aksi gotong royong tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari jajaran pemerintah daerah, aparat penegak hukum, TNI/Polri, organisasi masyarakat, hingga warga umum. Mereka bersama-sama membersihkan lingkungan, khususnya di jalur-jalur utama kota yang terdampak banjir.
Dalam keterangannya, Wempi mengungkapkan bahwa kegiatan ini menjadi langkah awal pemulihan kondisi kota setelah dilanda banjir besar yang terjadi dua hari menjelang Hari Raya Idulfitri.
“Sekitar 90 persen rumah warga di wilayah perkotaan sempat tergenang. Dalam kondisi berpuasa, masyarakat sudah berupaya membersihkan rumah masing-masing, namun karena berlanjut dengan libur panjang, aktivitas pembersihan menjadi terbatas,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keterbatasan petugas kebersihan selama masa libur turut menyebabkan penumpukan sampah di sejumlah titik. Sampah-sampah tersebut bahkan menyumbat saluran drainase dan tersebar di sekitar permukiman warga.
Karena itu, momentum hari pertama kerja dimanfaatkan untuk menggelar aksi bersih-bersih secara serentak sebagai bentuk kepedulian dan gotong royong dalam mengatasi dampak banjir.
Kegiatan ini juga dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), seperti Kejaksaan Negeri, Kepolisian, TNI, Wakil Bupati, Ketua DPRD, serta Satgas Pamtas dari Batalyon 648 Raja Pandita. Selain itu, turut hadir tokoh masyarakat dan kepala adat setempat.
Wempi menegaskan bahwa gerakan kebersihan merupakan budaya rutin masyarakat Malinau. Namun, kali ini difokuskan untuk mempercepat penanganan dampak banjir yang cukup besar.
Ia pun mengimbau seluruh masyarakat untuk terus menjaga kebersihan lingkungan sebagai tanggung jawab bersama, bukan semata tugas Dinas Lingkungan Hidup. (hbi/prokompim/red)








