TARAKAN, Kaltaraaktual.com- Program pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi resmi diperkenalkan secara nasional pada Kamis (13/8/26). Peresmian pemanfaatan jembatan tersebut dilakukan Presiden RI dan diikuti secara daring oleh jajaran Polda Kalimantan Utara dari Kota Tarakan.
Di Tarakan, kegiatan dipusatkan di kawasan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Cahaya Baru, Jalan Cahaya Baru, Gang Saromase, Kecamatan Tarakan Barat.
Setelah mengikuti agenda nasional, Kapolda Kaltara Irjen Pol Agus Wijayanto melanjutkan kegiatan dengan meresmikan pembangunan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Cahaya Baru.
Jembatan yang dibangun dengan panjang sekitar 10 meter dan lebar 4 meter itu menjadi akses penghubung bagi warga setempat. Keberadaannya diharapkan memudahkan mobilitas masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas pendidikan serta menunjang kegiatan ekonomi dan sosial warga.
Kapolda Kaltara mengatakan pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya Polri menghadirkan manfaat yang bisa dirasakan langsung masyarakat.
Menurut dia, fungsi jembatan tidak berhenti sebagai penghubung antarlokasi. Infrastruktur itu juga membuka akses warga terhadap berbagai kebutuhan dasar.
“Jembatan ini bukan hanya menghubungkan jalan, tetapi juga menghubungkan masyarakat dengan pendidikan, perekonomian, pelayanan, dan harapan akan kehidupan yang lebih baik,” kata Agus.
Irjen Pol Agus menjelaskan, penggunaan nama Merah Putih Presisi memiliki makna tersendiri. Merah Putih disebut merepresentasikan persatuan dan pengabdian kepada bangsa, sementara Presisi menggambarkan komitmen Polri untuk hadir melalui pelayanan dan pengabdian kepada masyarakat.
Karena itu, pembangunan jembatan tersebut dipandang sebagai salah satu bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat, tidak hanya melalui tugas menjaga keamanan dan ketertiban.
Peresmian ini juga menjadi bagian dari rangkaian Hari Bhayangkara ke-80 sekaligus menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Kapolda turut mengingatkan masyarakat agar fasilitas yang telah dibangun tidak berhenti menjadi simbol seremonial.
Ia meminta warga ikut menjaga kondisi jembatan agar dapat digunakan dalam jangka panjang.
“Jaga, rawat dan pelihara bersama. Jangan hanya kita bangga pada saat peresmiannya, tetapi mari kita pastikan jembatan ini dapat terus digunakan dan memberikan manfaat dalam waktu yang panjang,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Wakapolda Kaltara dan jajaran pejabat utama Polda Kaltara, perwakilan Pemprov Kaltara, Wali Kota Tarakan Khairul, unsur TNI, Forkopimda Kota Tarakan, Camat Tarakan Barat, Lurah Karang Harapan, para ketua RT, guru, tokoh masyarakat hingga warga Sungai Cahaya Baru.
Kapolda Kaltara berharap keberadaan Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Cahaya Baru dapat memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan, pelayanan publik dan aktivitas ekonomi.
“Semoga Jembatan Merah Putih Presisi Sungai Cahaya Baru ini menjadi jembatan yang menghubungkan akses, harapan, pendidikan, perekonomian, dan masa depan masyarakat Kota Tarakan,” tukasnya. (****)







