Kapolda Kaltara Diberi Gelar Adat Lundayeh ‘Tuk Ganang Mulung’ di Malinau

oleh -1017 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Kapolda Kalimantan Utara (Kaltara) Brigjen Pol Andi Syahriful Taufik mendapat gelar Warga Kehormatan Adat Dayak Lundayeh saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Malinau.

Gelar adat ‘Tuk Ganang Mulung’ itu diberikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus penerimaan masyarakat adat terhadap Kapolda Kaltara.

Prosesi pemberian gelar berlangsung di Ruang Tebengang, Kantor Bupati Malinau, Selasa (27/10/26). Kegiatan tersebut dirangkai dengan tatap muka bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (FKPD), tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, paguyuban, serta ketua RT se-Kabupaten Malinau.

Acara itu turut dihadiri Bupati Malinau Wempi Wellem Mawa, Wakil Bupati Malinau Jakaria, jajaran FKPD, pimpinan lembaga adat, dan ratusan undangan.

Baca Juga  Sekda Ernes Ungkap Startegi TPP ASN Malinau yang Tetap Aman Tahun 2026

Gelar kehormatan tersebut disematkan langsung oleh Ketua Lembaga Adat Lundayeh Kabupaten Malinau, Paulus Belapang. Dalam prosesi itu, Kapolda juga menerima sejumlah atribut adat, di antaranya rompi, parang atau felefet, gelang, dan topi adat.

Atribut tersebut memiliki makna filosofis yang berkaitan dengan perlindungan, keberanian dalam menempuh jalan kebaikan, serta amanah dan tanggung jawab sebagai pengayom masyarakat.

Dalam sambutannya, Andi Syahriful menyampaikan apresiasi atas sambutan pemerintah daerah dan masyarakat Malinau. Dia mengatakan kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi kepolisian untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat.

“Saya telah mendengar dan menerima seluruh masukan serta aspirasi dari masyarakat Dayak, khususnya di Kabupaten Malinau. Masukan tersebut menjadi motivasi dan semangat bagi saya untuk terus bekerja, memberikan pelayanan terbaik, serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” kata Andi Syahriful.

Baca Juga  Speedboat Kecelakaan di Perairan Nunukan, 3 Orang MD dan 5 Orang dalam Pencairan

Dia mengajak seluruh elemen masyarakat memperkuat kerja sama dengan kepolisian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di Kaltara.

“Mari kita bersama-sama bahu-membahu, memperkuat sinergi dan kebersamaan dalam membangun negeri ini,” ujarnya.

Andi Syahriful juga menyinggung pengalaman dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sebagai salah satu bekal menghadapi tantangan di wilayah Kaltara. Menurutnya, dukungan seluruh elemen masyarakat diperlukan agar situasi keamanan tetap kondusif.

Baca Juga  Kenal Pamit Wakapolda Kaltara, Refleksi Pengabdian dan Awal Amanah Baru di Polda Kaltara

Kapolda kemudian berpesan kepada jajaran Polres Malinau agar memberikan pelayanan secara tulus, merespons keluhan masyarakat dengan cepat, serta menjaga kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

Dia juga menekankan pentingnya komunikasi, musyawarah, dan penghormatan terhadap kearifan lokal dalam menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat.

Pemberian gelar adat ‘Tuk Ganang Mulung’ menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat adat Lundayeh. Melalui silaturahmi tersebut, sinergi antara Polri, pemerintah daerah, dan masyarakat diharapkan terus terjaga untuk mendukung keamanan serta pembangunan di Kabupaten Malinau dan Kaltara. (***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan