Kasus Penyiraman Aktivis KontraS, Sekjen PB HMI: Polisi Harus Usut Tuntas hingga Aktor Intelektual

oleh
oleh

JAKARTA, KaltaraAktual.com- Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI), M. Jusrianto, mengecam keras aksi penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andri Yunus, pada Jumat malam (13/03/26).

“Semalam kita kembali dikejutkan oleh kabar yang sangat memilukan. Saudara Andri Yunus mendapat serangan penyiraman air keras oleh orang yang tidak dikenal,” kata Jusrianto dalam keterangan Videonya yang dikutip pada (16/03/26).

Akibat serangan itu, Andri mengalami luka bakar serius pada bagian wajah, dada, tangan, dan mata. Peristiwa tersebut, menurut Jusrianto, menimbulkan rasa prihatin dan kekhawatiran luas, tidak hanya bagi keluarga korban, tetapi juga masyarakat yang mengikuti isu penegakan hak asasi manusia.

Baca Juga  Dedikasi Ipda Ripal Perhatikan Pendidikan Anak hingga Fasilitasi Warga yang Kesulitan Mengurus Administrasi

Ia mengatakan Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi hukum harus memastikan pihak kepolisian pada kasus tersebut diusut tuntas. Pemerintah dan aparat penegak hukum, kata dia, perlu menunjukkan komitmen serius untuk mengungkap pelaku hingga aktor intelektual di balik serangan itu.

“Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi penegakan hukum yang berkeadilan, kita menuntut komitmen pemerintah agar segera bergerak mengusut tuntas kasus ini sampai kepada dalang di baliknya,” ujar Jusrianto.

Menurut dia, proses penyelidikan harus berjalan cepat, transparan, dan tanpa pandang bulu melalui mekanisme hukum yang berlaku. Kepolisian, kata dia, diharapkan mampu menemukan pelaku sekaligus mengungkap motif serangan tersebut.

Baca Juga  Dukungan Akademisi dan BNI 46 untuk RM. Margono Djojohadikusumo Jadi Pahlawan Nasional

“Hukum harus ditegakkan demi keadilan korban. Prinsipnya, tidak ada tempat bagi kekerasan di negeri ini,” kata Jusrianto.

Namun Jusrianto juga mengingatkan publik agar tidak terburu-buru melontarkan tudingan tanpa dasar. Ia menilai narasi yang langsung menuding pemerintah sebagai pihak yang berada di balik serangan tersebut berpotensi memperkeruh situasi.

“Tidak ada bukti yang mengarah ke sana. Menyalahkan pemerintah tanpa dasar hanya akan menghambat pengungkapan dalang sebenarnya,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan kemungkinan adanya pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan peristiwa ini untuk menciptakan instabilitas politik dan sosial.

Baca Juga  SMSI Usulkan Penataan Masyarakat Pers Indonesia Satu Pintu di Komdigi

Menurut dia, insiden kekerasan semacam itu bisa saja menjadi bagian dari skema kelompok tertentu yang ingin memicu kekacauan dan memecah belah masyarakat.

“Ketika rakyat sibuk saling menuduh, justru pihak-pihak itulah yang tersenyum di balik layar,” kata Jusrianto.

Ia mengajak masyarakat tetap menjaga persatuan dan memberikan ruang kepada aparat penegak hukum untuk bekerja secara profesional tanpa tekanan. Jusrianto juga mendoakan kesembuhan Andri Yunus serta berharap situasi nasional tetap kondusif.

“Kita berdoa untuk kesembuhan saudara Andri dan untuk Indonesia yang damai dan stabil. Jangan biarkan siapa pun merongrong persatuan kita,” tukasnya.  (**)

Tinggalkan Balasan