TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com– Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kalimantan Utara (Kaltara) menggelar acara rapat Fasilitasi Penyelesaian Permasalahan dan Hambatan yang Dihadapi Pelaku Usaha dalam Merealisasikan Usahanya, di Aula Hotel Pangeran Khar, (09/11/24).
Kepala Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal DPMPTSP Kaltara Junaid mengatakan, dari berbagai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dan yang ditemukan dilapangan, maksud dan tujuan digelarnya acara tersebut agar dapat memberikan informasi, solusi dan langkah-langkah serta strategi dalam penyelesaian permasalahan perusahaan, ini juga dilakukan sebagai penunjang untuk mencapai target realisasi investasi di Pemprov Kaltara.
“Dari sini nantinya pelaku usaha dapat merealisasikan kegiatan usahanya. Karena kami juga punya target investasi realisasi investasi provinsi Kaltara yakni sebesar 29,98 triliun di tahun 2023 ini,” kata Junaid, (09/11/23).
Junaid melanjutkan, sesuai fungsi bidangnya juga melakukan pengawasan, pembinaan. Tentunya melalui acara tersebut untuk bisa menemukan solusi terbaik.
“Kami juga mengandeng OPD Dinas Lingkungan Hidup, semoga segera bisa cepat selesai masalahnya. Karena kami bergerak sesuai tupoksi dan harapan kami pihak perusahaan juga melakukan hal yang sama untuk bergerak menyelesaikan masalah sesuai aturan dan syarat yang berlaku secara hukum,” lanjut Junaid.

Junaid juga mengungkapkan, hari ini ada lima perusahaan yang mereka fasilitasi untuk diselesaikan masalahnya. Berbagai masalah perusahaan yang dihadapi diantaranya yakni proses pembuatan IPAL dan B3 dari pemprov, padahal jika perusahaan diperintah membangun IPAL dan B3 yang berhubungan dengan izin lingkungan sangat slap.
“Ada juga yang terkendala dalam perizinan penyimpanan limbah B3 di Dinas Lingkungan Hidup. Memiliki tumpang tindih perizinan dengan area PT PKN sekitar 3.000 hektare,” ungkap Junaid.
Untuk itu DMPTSP Kaltara berharap agar persoalan-persoalan yang dihadapi perusahaan bisa cepat terselesaikan.
“Intinya kita punya niatan yang sama. Makanya perlu kita bergerak bersama sesuai peranan masing-masing,” tukasnya. (**)



