Malinau Cetak Sarjana dari Desa, Hampir 2.000 Anak Dibiayai Penuh

oleh
oleh

MALINAU, KaltaraAktual.com– Pemerintah Kabupaten Malinau terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) melalui Program Desa Sarjana Unggul yang telah berjalan selama enam tahun.

Bupati Malinau, Wempi W. Mawa, menegaskan hal tersebut saat menghadiri secara daring kegiatan Kick-Off dan Sosialisasi Program Pendampingan Peserta Desa Sarjana Unggul Tahun 2026, yang digelar di ruang rapat kerja Bupati Malinau, Sabtu (28/03/26).

Dalam sambutannya, Wempi menyebut program ini sebagai inovasi strategis daerah untuk mencetak generasi sarjana yang tidak hanya berpendidikan tinggi, tetapi juga memiliki komitmen kembali membangun desa.

“Program ini kami bangun dengan semangat dari desa, oleh desa, dan untuk desa. Harapannya, anak-anak Malinau yang telah menempuh pendidikan tinggi bisa kembali dan berkontribusi bagi kemajuan kampung halamannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan, sejak diluncurkan pada 2021, program tersebut telah menjangkau hampir 2.000 peserta yang berasal dari 103 desa. Para peserta mendapatkan kesempatan melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi, baik di dalam maupun luar negeri.

Seluruh pembiayaan program ditanggung penuh oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Malinau, mencakup biaya kuliah, biaya hidup, hingga kebutuhan tempat tinggal mahasiswa.

“Orang tua cukup mendoakan dan memberi semangat. Semua kebutuhan pendidikan sudah kami tanggung,” kata Wempi.

Para peserta kini tersebar di sejumlah wilayah seperti Kalimantan, Jawa, Sulawesi, Bali, hingga luar negeri, termasuk Tiongkok, Malaysia, dan Yaman, dengan beragam bidang studi strategis, mulai dari kedokteran, teknik, hingga keagamaan.

Menurut Wempi, program ini tidak hanya berorientasi pada jumlah penerima manfaat, tetapi juga dampak jangka panjang, yakni mencetak sarjana yang mampu menjadi agen perubahan dan mendorong kemajuan ekonomi desa.

Ia juga menekankan pentingnya pendampingan berkelanjutan, baik dalam aspek akademik maupun pengembangan karakter dan integritas. Untuk itu, Pemkab Malinau menggandeng Yayasan Pendidikan Adiluhung Nusantara sebagai mitra pendamping.

Lebih lanjut, program ini menjadi bagian dari upaya besar pemerintah daerah dalam mendukung sektor pendidikan, termasuk kebijakan pembebasan biaya pendidikan bagi pelajar dari tingkat dasar hingga menengah di Kabupaten Malinau.

Bupati Wempi berpesan kepada para peserta untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya serta tetap memiliki semangat pengabdian kepada daerah.

“Keberhasilan yang diraih bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi juga untuk kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat,” tutupnya. (diskominfo/red)