Mengenal Prinsip Politik Andi M Akbar

oleh
oleh
H.Andi M Akbar Djuarzah, SE, MM Bakal calon Bupati Nunukan. Foto: ist

Kaltaraaktual.com– Menarik, itulah untaian kata yang pantas disematkan pada prinsip dan perilaku politik H. Andi M Akbar Djuarzah yang merupakan bakal calon Bupati Nunukan pada pilkada Nunukan tahun 2024 ini.

Ditemui usai mengisi acara pada podcast disalah satu channel YouTube  di Kota Taraka, beberapa waktu yang lalu, sambil berbicara santai H. Andi M Akbar menyampaikan perihal kompetisi pemilihan kepala daerah (Pilkada) Nunukan yang sudah semestinya haruslah berjalan sehat sesuai prinsip demokrasi yang bertumpu pada kebebasan pilihan namun tetap bertumpu pada politik linguistik.

“Dalam Demokrasi bertumpu pada kebebasan dan akar dari demokrasi ialah kebebasan (freedom). Terminologi kebebasan dalam politik linguistik sangat terikat pada makna teks yang bermakna positif dan negatif tergantung paradigma yang kita jalankan,” ucap Andi M Akbar belum lama ini.

Wakil ketua DPRD Kalimantan Utara (Kaltara) periode 2019-2024 ini menyebutkan, makna kebebasan dalam politik-linguistik terjalin di antara individu, individu (masyarakat) dengan partai politik tertentu, atau antara partai politik (parpol) yang satu dan parpol yang lainnya secara berkesinambungan tujuan dan kebutuhan yang dirasa dapat memenuhi semua variabel didasari untuk membangun dan menjalankan negara atau pemerintahan dengan baik.

“Manusia berinteraksi satu sama lain dalam skala besar. Namun kategorinya di bagi masing-masing seperti parpol, individu, masyarakat umum hingga ikut turut membangun pertumbuhan negara dan pemerintahan dalam segala aspek,” sebut H. Andi M Akbar yang saat ini juga menjabat sebagai ketua KORMI Kabupaten Nunukan.

Pada kaitannya di Pilkada Nunukan 2024, Andi M Akbar berprinsip bahwa kompetisi Pilbup tidak boleh terjadi skat diantara masyarakat, atau mengelompokkan masyarakat dengan tujuan seperti menyebarkan kebencian atau membuat gejolak dan dinamika yang bisa saja merugikan semua pihak.

“Kita ini tidak boleh mengelompokkan masyarakat,A,B,C. Semua masyarakat tentunya sama dalam rana bebas untuk mendukung atau memilih pemimpin namun tetap mengedepankan rasionalitas pilihan melalui pertimbangan yang matang,” ujarnya.

“Saya tetap akan masuk kemana saja, dimana saja. Saya selalu ingin bersilaturahmi berkenalan dengan siapa saja tanpa harus menutup diri, dari rumah ke rumah  saya pasti datangi. Selanjutnya bertukar pikiran gagasan dengan siapa saja yang saya temui ,” jelas Andi M Akbar.

H. Andi M Akbar berpendapat yang berkompetisi adalah para Bacabup bukan Bacabup yang membuat masyarakat bersaing untuk dukungan yang didasari cara yang kurang baik lalu mengkotak-kotakkan pilihan tertentu.

“Saya siap bersaing dengan kompetitor Bacabup siapa saja karena jelas konteksnya sesama calon yang bersaing meraih hati rakyat, dan janganlah kita sebagai calon pemimpin endingnya malah membatasi dukungan atau pilihan masyarakat itu sendiri,” tukasnya.

Menurut informasi, Bacabup Nunukan yang bakal bersaing yakni ada nama H Irwan Sabri mantan cawagub Kaltara tahun 2020, dr. Jambri Pranata, H Basri mantan Bupati Nunukan periode 2011-2016, Andi Hamzah dari partai Gerindra.  (**)

Tinggalkan Balasan