NUNUKAN, Kaltaraaktual.com- Bupati Nunukan, Irwan Sabri, secara resmi membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kewilayahan se-Pulau Nunukan dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2026/2027.
Kegiatan yang dipusatkan di Cafe Sayn ini menjadi ruang strategis bagi masyarakat kepulauan untuk menyampaikan kebutuhan riil dari tingkat bawah agar terakomodasi dalam perencanaan pembangunan daerah.
Bupati Irwan Sabri menegaskan bahwa Musrenbang Kewilayahan bukan sekadar agenda rutin tahunan. Forum tersebut, kata dia, merupakan instrumen penting untuk memastikan pemerataan pembangunan, khususnya di wilayah kepulauan yang menjadi beranda terdepan Kabupaten Nunukan.
“Kita ingin memastikan setiap usulan masyarakat di wilayah pulau ini dikaji secara objektif dan konstruktif. Prioritas utama kita adalah program yang memberikan pelayanan terbaik dan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat pulau,” ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Bappeda Litbang Kabupaten Nunukan, Andi Astuti, menjelaskan bahwa Pulau Nunukan sebagai kawasan strategis perbatasan memiliki peran vital dalam menjaga stabilitas wilayah, mendukung aktivitas perdagangan, serta menunjang pelayanan pemerintahan.
Ia menyebutkan sejumlah sektor yang menjadi prioritas, antara lain peningkatan kualitas jalan lingkungan, drainase, penyediaan air bersih, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta konektivitas antar kawasan. Selain itu, penguatan akses jalan produksi, dukungan terhadap UMKM, serta kelancaran distribusi barang dan jasa dinilai menjadi fondasi penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkeadilan.
Musrenbang kali ini mengusung tema “Pemerataan Pembangunan Infrastruktur Layanan Dasar serta Penguatan Infrastruktur Ekonomi guna Mendukung Percepatan Pertumbuhan Ekonomi yang Inklusif.” Tema tersebut menegaskan dua fokus utama pembangunan daerah, yakni pemerataan dan peningkatan kualitas pelayanan dasar, serta penguatan infrastruktur ekonomi sebagai pengungkit daya saing wilayah.
Dari sisi data, Andi Astuti memaparkan bahwa pada tahun 2026 terdapat 386 kegiatan hasil Musrenbang dan pokok pikiran (pokir) yang telah terakomodir dalam dokumen RKA 2026. Rinciannya, Kecamatan Nunukan sebanyak 230 kegiatan dan Kecamatan Nunukan Selatan 156 kegiatan.
Adapun untuk hasil Musrenbang tahun 2027, terdapat 1.032 usulan dari dua kecamatan tersebut. Setelah melalui proses verifikasi dan penajaman, diperoleh 65 usulan prioritas yang terdiri dari 35 usulan Kecamatan Nunukan dan 30 usulan Kecamatan Nunukan Selatan yang akan dibahas lebih lanjut dalam forum.
Menurutnya, penentuan skala prioritas akan mengacu pada Standar Pelayanan Minimal (SPM), Proyek Strategis Nasional (PSN), serta visi-misi kepala daerah yang tertuang dalam 17 Arah Baru Perubahan.
“Kapasitas fiskal daerah memiliki keterbatasan. Karena itu, prioritas 2027 ditentukan berdasarkan tingkat urgensi, dampak langsung terhadap pelayanan dasar, kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, serta kesinambungan program pembangunan,” jelasnya.
Ia berharap forum Musrenbang dapat berlangsung konstruktif dan objektif dengan mengedepankan kepentingan masyarakat luas di atas kepentingan sektoral.
Musrenbang Kewilayahan ini turut dihadiri jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, kepala desa, tokoh masyarakat, serta delegasi dari Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan.
Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi kelompok berdasarkan bidang pembangunan untuk merumuskan program prioritas yang akan dibawa ke tingkat kabupaten. (ms/nvl/diskominfonnk/red)


