NUNUKAN, KaltaraAktual.com- Pemerintah Kabupaten Nunukan memastikan komitmennya dalam menyelesaikan pembangunan Embung Lapri di Kecamatan Sebatik. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menyiapkan anggaran ganti rugi lahan yang akan dilanjutkan pada tahun 2026.
Bupati Nunukan, H. Irwan Sabri,menjelaskan bahwa pada prinsipnya pemerintah daerah telah menyiapkan ketersediaan dana sejak tahun 2025. Namun, realisasi pembayaran belum dapat dilakukan karena adanya kendala teknis yang tidak terduga.
“Sebenarnya anggaran sudah kita siapkan di tahun 2025, namun dalam perjalanannya ada kendala karena salah satu tim KJPP meninggal dunia, sehingga proses saat itu tidak bisa dilanjutkan,” ujar Irwan, belum lama ini.
Memasuki tahun 2026, Pemkab Nunukan kembali menegaskan kesiapan anggaran untuk menyelesaikan kewajiban pembayaran ganti rugi lahan tersebut. Bahkan, kesiapan tersebut telah disampaikan secara resmi kepada Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Nunukan.
“Kami sudah menyurat dan menegaskan bahwa ketersediaan dana di tahun 2026, khususnya untuk penyelesaian Embung Lapri, sudah siap. Ini sudah kami sampaikan ke BPN,” jelasnya.
Bupati Irwan menambahkan, saat ini proses penyelesaian lebih banyak berada pada tahapan administratif dan prosedural di pihak terkait. Pemerintah daerah, kata dia, tinggal menunggu tahapan lanjutan agar pembayaran dapat segera direalisasikan.
“Sekarang tinggal menunggu dari pihak BPN, karena pada prinsipnya anggaran dari pemerintah daerah sudah siap. Tinggal prosedur-prosedur yang harus diselesaikan hingga ke tahap pembayaran,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa secara administratif proses pembebasan lahan Embung Lapri sebenarnya telah rampung. Meski demikian, realisasi pembayaran kepada pihak yang berhak masih dalam proses dan akan dilanjutkan pada tahun berjalan.
Pemerintah daerah berharap seluruh tahapan dapat segera diselesaikan sehingga pembangunan Embung Lapri di Sebatik dapat berjalan sesuai rencana. Proyek tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung ketersediaan air dan kebutuhan dasar lainnya.
“Harapan kami tentu proses ini bisa segera tuntas, sehingga manfaat pembangunan embung ini dapat segera dirasakan oleh masyarakat,” tutupnya. (nvl/simpatik/red)


