Perdana, Perkenalan Anggota Baru Organisasi Mahasiswa PMII Bertempat di Poltek Nunukan

oleh
oleh
Foto bersama perwakilan Pemda Nunukan Hasan Basri (Kabag Humas dan Protokol) dengan Anggota Baru Organisasi PMII Nunukan yang digelar di Kampus Politeknik Negeri Nunukan. Sumber Foto: Humas

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com – Plt. Bupati Nunukan Ir. H. Faridil Murad, SE, MT. yang diwakili oleh Kapala Bagian Humas dan Protokol Setkab Nunukan Hasan Basri, S.IP menghadiri kegiatan Masa Penerimaan Anggota Baru MAPABA Ke-1 Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) di Politeknik Negeri Nunukan Cabang Kabupaten Nunukan, dengan Tema “Terbentuknya Karakter Mahasiswa Berasaskan Aswaja Yang Produktif Dan Progresif Untuk Indonesia Maju Di Daerah Perbatasan” yang dilaksanakan di kampus Politeknik Negeri Nunukan, Jumat (30/10/2020)

Kegiatan ini dihadiri, Ketua pengurus cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Nunukan Drs. Imam Malik, Ketua Ikatan Alumni pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten Nunukan Island, ST beserta jajaran alumni PMII, Ketua cabang pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Zulfikar, S.Pd., Ketua komisariat pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Politeknik Negeri Nunukan Ismul Azam Ghazali, ketua komisariat pergerakan mahasiswa Islam Indonesia Ibnu Khaldun Nunukan Muhammad Rafli Rizaldi, serta seluruh tamu undangan dan peserta MAPABA.

Dalam Sambutannya,  Hasan Basri yang mewakili Plt. Bupati Nunukan Menyampaikan atas nama Pemerintah Daerah menyambut baik kegiatan tersebut karena kegiatan semacam ini patut diapresiasi, bahwa ditengah menjalankan tugas tugas pemerintahan dan pembangunan yang cukup berat, pemerintah daerah memperoleh perhatian dari masyarakat khususnya mahasiswa untuk turut serta memberikan sumbangsihnya bagi pembangunan melalui forum-forum diskusi ilmiah semacam ini.

Hasan Basri menyampaikan bahwa generasi muda selalu dicatat sebagai pelaku penting dalam setiap perubahan sosial dan politik di negeri ini, generasi muda terdidik di dalam organisasi sosial, politik. ekonomi, dan keagamaan tampil menjadi pemimpin,motivator, dan inspirator bagi tercapainya kesadaran nasional, dalam sejarah para pemuda ikut berusaha mempertahankan kesatuan Indonesia dari pengaruh dan dampak perang ideologi, mahasiswa adalah pemuda-pemudi bangsa dengan berbagai macam keunggulan, mereka pula yang menjaga kestabilan negara, membawa inovasi dan perubahan, serta benihpemimpin unggul.

“Bukti nyata ada dihadapan kita, suatu bangsa yang kaya akan sumber daya alam apabila tidak ditunjang dengan sumber daya manusia yang kuat, terdidik dan profesional akan menghadapi berbagai permasalahan, hal ini tentu juga menjadi salah satu tanggung jawab yang harus dibenahi oleh mahasiswa”, ucap Hasan Basri.

Selanjutnya, Hasan basri mengatakan itulah kenapa peran mahasiswa sangat dibutuhkan bagi indonesia. dalam konteks tersebut, para pemuda senantiasa ikut ambil bagian dalam setiap proses perubahan. Kini dan mendatang, peranan pemuda, masa sebagaimana yang terwadahi dalam organisasi.

Kepemudaan dan kemahasiswaan, menurut Hasan Basri masih terus diharapkan, namun dalam konteks reformasi, pergerakan mahasiswa tidak lagi sekedar menjadi kekuatan kritis untuk mengawal proses demokrasi melainkan suatu kekuatan yang harus melahirkan para pemimpin bangsa yang mampu membaca peluang dalam dunia global dan membawa indonesia sebagai negara yang maju, memiliki daya saing, mandiri, sekaligus bermartabat.

“Mahasiswa merupakan bagian dari generasi muda adalah harapan bangsa dalam menata masa depan yang lebih, baik guna mewujudkan cita- cita bangsa. Membangun karakter bangsa sejak dini adalah kunci menjaga karakter bangsa yang kini mulai tergerus zaman. perlu pemikiran yang kritis dalam menghadapi tantangan-tantangan zaman tersebut, guna terciptanya masyarakat yang sejahtera melalui generasi yang cerdas dan profesional,” jelasnya.

Disampaikan lebih lanjut semua itu akan terwujud dengan adanya perjuangan, semangat, kebersamaan, gotong royong, kepedulian, solidaritas, persatuan dan kesatuan bagi semua elemen yang ada di masyarakat indonesia, khususnya para mahasiswa yang tergabung dalam PMII, untuk membangun karakter bangsa, semuanya harus saling bersinergi sama satu dengan yang lain dalam membangun tujuan bangsa, guna mencapai kemaslahatan.

“Salah satu semboyan yang sudah melekat pada masyarakat adalah Bhineka Tunggal Ika yaitu berbeda-beda namun memiliki satu tujuan. Dengan berbagai suku, ras, agama, bahasa, adat-istiadat, tradisi, kesenian, dan budaya. Dimana semua perbedaan itu bisa disatukan dengan adanya “pancasila” dengan rohnya “bhineka tunggal ika”, agar di era globalisasi ini nilai-nilai luhur pancasila sebagai falsafah negara senantiasa menjadi komitmen bersama untuk dijaga dan diamalkan”, ujar Hasan Basri.

Dengan digelarnya MAPABA PMII tersebut maka ini menjadi MAPABA PMII pertama yang digelar di Politeknik Negeri Nunukan.

*HUMAS

Tinggalkan Balasan