Permudah Konstruksi Rumah Warga, Tim PKM Teknik Sipil PNN Buat Alat Bantu Pemasangan Batu Bata

oleh
oleh

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Pembangunan rumah pribadi yang dilakukan oleh masyarakat di Kabupaten Nunukan patut disyukuri karena ditengah terpuruknya perekonomian saat ini akibat pandemi Covid-19 masyarakat masih bisa membangun rumah. Namun di satu sisi sangat disayangkan masih banyak keluhan dari segi kualitas pekerjaan tukang bangunan yang tidak sesuai standard konstruksi bangunan gedung.

Ketua Pengabdian Kepada Masyarakat  (PKM) Andrial Imran ST, MT mengatakan,  salah satu item pekerjaan yang paling banyak mendapatkan keluhan adalah pekerjaan dinding dimana pemasangan batu bata tidak memenuhi standar  di akibatkan tukang yang kurang  memiliki skill dan peralatan yang cukup. Oleh karena itu untuk menjawab permasalahan tersebut tim PKM yang diketuai oleh Andrial membuat alat bantu untuk memudahkan tukang memasang batu bata sehingga bisa sesuai standar mutu, hemat waktu dan hemat bahan.

“Dengan adanya pengabdian ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk memaksimalkan sumbangsi perguruan tinggi dalam menjalin kerjasama dengan masyarakat sehingga harapan masyarakat mendapatkan hasil pekerjaan bangunan yang baik bisa terwujud,” ucap Andrial ketika dihubungi tim redaksi Kaltaraaktual.com pada Jumat (13/01/23).

Andrial menyampaikan, fokus pada pengabdian yang sudah dilakukan adalah Kelurahan Nunukan Selatan Kabupaten Nunukan yang sedang tumbuh pembangunan rumah pribadi. Beberapa dijumpai tukang yang sedang memborong pekerjaan pemasangan dinding batu bata. Bekerjasama dengan tukang tukang tersebut secara berkelompok dijadikan mitra dalam pengabdian ini.

“Permasalahan mitra adalah mereka lebih mementingkan kuantitas atau volume pekerjaan sehingga kompetensi dan kwalitas tidak menjadi hal yang utama. Yang mereka pikirkan hanya bagaimana pekerjaan bisa selesai sehingga bisa mendapatkan upah borongan dengan cepat dan mengenyampingkan hasil pekerjaan yang maksimal. Disisi lain pemahaman tukang tentang kompetensi atau sertifikasi sangat minim. Mereka merasa cukup dengan ilmu yang mereka dapatkan dari pengalaman dilapangan,” ucap Andrial.

Menurut hasil penelitian tim PKM yang dilakukan oleh tim Andrial masalah yang ditemukan dari mitra yakni  tentang standar bangunan sangat minim, pengetahuan teknologi bahan masih minim, pengetahuan tentang optimalisasi kualitas pekerjaan masih minim, pengetahuan tentang produktifitas masih minim,  pengetahuan tentang peralatan masih terbatas.

“Untuk itu, hasil dari pengabdian ini diharapkan bisa menjadi jalan untuk memaksimalkan sumbangsi perguruan tinggi dalam menjalin kerjasama dengan masyarakat sehingga harapan masyarakat mendapatkan hasil pekerjaan bangunan yang baik bisa terwujud,” tutur Andrial.

Sedangkan mengenai hasil penelitian tim PKM Andrial menyarankan. Pertama, agar dinding batu bata pada  infrastruktur bangunan gedung  harus dipasang sesuai dengan standar yang telah di tetapkan dari segi kelurusan, kekuatan dan kerapian. Kedua, pekerjaan pemasangan dinding yang sering menjadi kesalahan adalah dinding yang tidak tegak lurus, tidak rapi sehingga menyulitkan pada saat pelaksanaan plasteran. Ketiga, untuk mengatasi hal tersebut penggunaan alat bantu pemasanga batu bata memberikan hasil yang lebih baik dilihat dari beberapa sisi. Keempat, menghemat mortel/campuran
saat pemasangan batu bata mortar tidak terjatuh ketanah karena dengan alat ini sudah memiliki acuan untuk meratakan mortar sehigga tidak terjatuh.

Pemasangan lebih rapi dan lurus
Selain mengikuti acuan benang untuk meluruskan pasangan batu bata, alat ini juga dijadikan sebagai acuan meluruskan pasangan karena spesi yang dihasilkan dengan alat ini secara otomatis akan lurus untuk memudahkan dan menempatkan batu bata. Jarak antara batu bata seragam
Ketinggian spesi sudah di tetapkan dengan alat ini sehingga jarak antara batu bata seragam Memudahkan dalam pemasangan batu bata walaupun bukan tukang professional.

“Pengabdian ini dilakukan secara sederhana baik dari segi pembuatan alat dan penerapan alat, sehingga diharapkan bisa dilakukan penelitian secara serius untuk membuat alat yang lebih baik dan fleksibel saat digunakan,” tukasnya.

Tim PKM Teknik Sipil PNN yakni Andrial Imran, S.T., M.T (Ketua), Maria Menung Migo. ST., M.ling (Anggota), Misdar Alamsyah, S.T., M.Eng (Anggota), Muh. Rizky Ibnu Arabi (Anggota). (ka)

Tinggalkan Balasan