Program Pusat Guru Garis Depan Nunukan Siap di Lanjutkan

oleh
oleh
Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid pada saat coffee morning secara virtual, Senin (18/01/2021), banyak hal yang disampaikan, salah satunya ketika forum bertanya mengenai program Guru Garis Depan. Foto: Ilustrasi Istimewa

NUNUKAN, Kaltaraaktual.com– Bupati Nunukan Hj Asmin Laura Hafid pada saat coffee morning secara virtual, Senin, 18 Januari 2021, banyak hal yang disampaikan, salah satunya ketika forum bertanya mengenai program Guru Garis Depan.

Bupati cantik ini mengatakan, penempatan tenaga guru di wilayah perbatasan dan pulau terluar selama ini banyak manfaat yang bisa dirasakan, utamanya bagi peningkatan pendidikan di daerah perbatasan Nunukan.

“Program Pemerintah yang mendatangkan guru dari daerah lain ini dinilai cukup baik sehingga masyarakat sangat merespon,”kata Laura.

Laura menuturkan, program tenaga guru garis depan tersebut direkrut oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang langsung ditempatkan pada daerah-daerah pedalaman atau pulau terluar khususnya perbatasan.

Dirinya juga menjelaskan, bahwa sesuai laporan yang diperoleh dari masyarakat terhadap tenaga guru yang berasal dari daerah lain melalui program ini dianggap memiliki pengalaman yang berbeda sehingga dapat menambah wawasannya.

“Nunukan juga banyak tenaga terbaiknya tapi memang kesempatannya yang kurang, selain itu sebenarnya memprioritaskan lulusan kependidikan yang ada di Kabupaten Nunukan tapi perlu diketahui perekrutan dan penempatannya dilakukan oleh Kemendikbud. Pemkab Nunukan hanya menerima saja penempatan itu dari pusat,”lanjut dia.

Hal tersebut sejalan dengam respon positif dari masyarakat terhadap program yang di rintis era Anies Baswedan selaku Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini. Untuk itu Bupati Nunukan menyarankan agar dilanjutkan program ini di daerahnya.

“Tentulah program guru garis depan membantu masyarakat di Nunukan, masyarakat kita menganggap program tersebut sangat membantu peningkatan pendidikan di sini. Masyarakat menilai sangat bagus guru-guru yang didatangkan dari daerah lain karena mungkin punya pengalaman walaupun Nunukan juga banyak yang berkompeten,” terang dia.

Dirinya juga menginginkan putra putri lokal yang diutamakan tetapi perekrutannya berada di ranah Kemendikbud sehingga Pemkab Nunukan menyambut baik program tersebut.(***)

Tinggalkan Balasan