NUNUKAN Kaltaraaktual.com- Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara), H. Ladullah, kembali menggelar reses di titik keempat yang dilaksanakan di kediamannya, Sabtu, (21/02/26). Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah keluhan, terutama terkait persoalan sampah dan infrastruktur di kawasan pesisir Kabupaten Nunukan.
H. Ladullah mengatakan, persoalan sampah menjadi aduan utama masyarakat. Tumpukan sampah disebut kian meningkat, khususnya di wilayah padat penduduk dan sepanjang pesisir.
“Mulai dari Selisun hingga Simangkadu, sampah yang terdampar sudah cukup banyak. Bahkan di Sungai Bolong, sampah yang terbawa sampai ke perumahan warga sudah sangat penuh,” kata politikus PKS ini.
Menurut dia, dua hingga tiga bulan lalu pihaknya telah menggelar rapat bersama Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKPP) untuk membahas solusi penanganan sampah. Salah satu terobosan yang dibicarakan ialah pemanfaatan sampah plastik menjadi bahan penahan ombak.
“Nantinya sampah dikumpulkan, diolah menjadi plastik balok atau plastik padat yang bisa dimanfaatkan sebagai penahan ombak. Jadi sampah tidak hanya dibuang, tetapi juga memiliki nilai guna,” ujarnya.
Meski pengelolaan sampah menjadi kewenangan pemerintah kabupaten, Ladullah menyatakan akan mendorong pemerintah daerah menambah armada pengangkut sampah. Ia juga menilai pola pengangkutan perlu dievaluasi.
Ladullah menuturkan, pengangkutan sampah pada malam hari lebih efektif karena tidak mengganggu aktivitas warga serta mengurangi potensi kemacetan. “Kalau siang hari masyarakat banyak beraktivitas dan mobil sampah kadang menjadi sumber kemacetan. Kalau malam diselesaikan, pagi masyarakat bisa beraktivitas tanpa terganggu,” tuturnya.
Selain isu sampah, warga juga menyampaikan aspirasi terkait infrastruktur di wilayah LTI 4 dan Selesun, seperti perbaikan parit, selokan, serta akses jalan tembus menuju pantai. Ladullah mengaku sebelumnya telah merencanakan penganggaran akses jalan tersebut, namun sempat dialihkan karena ada informasi bahwa DPRD Kabupaten akan mengakomodir pembangunan di lokasi itu.
“Tahun ini insya Allah akan saya masukkan kembali dalam anggaran perubahan 2026, karena di anggaran murni sebelumnya sudah masuk,” kata dia.
Melalui reses tersebut, Ladullah berharap berbagai aspirasi warga pesisir dapat segera ditindaklanjuti dan menjadi solusi konkret bagi persoalan lingkungan serta infrastruktur di Kabupaten Nunukan. (pk/red)


