Wastra Khas Perbatasan, Batik Lulantatibu Nunukan Tembus Panggung Nasional

oleh -1501 Dilihat
oleh

JAKARTA, Kaltaraaktual.com- Batik Lulantatibu, kain khas Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, kembali tampil di panggung nasional. Ketua Dekranasda Kabupaten Nunukan Andi Annisa Muthia mengenakan busana berbahan Batik Lulantatibu dalam ajang Kriya Nusa 2026 di Jakarta Convention Center (JCC) Senayan, Jakarta.

Penampilan tersebut berlangsung pada Senin (28/9/26). Andi Annisa tampil mengenakan busana bernuansa merah dengan sentuhan motif Batik Lulantatibu.

Kehadiran Batik Lulantatibu dalam ajang tersebut menjadi bagian dari upaya Dekranasda Nunukan memperkenalkan wastra dan produk kriya daerah ke pasar yang lebih luas.

Tak sekadar mengenakan kain khas daerah, Andi Annisa membawa identitas Kabupaten Nunukan melalui busana yang ditampilkan di hadapan publik dalam ajang Kriya Nusa 2026.

Baca Juga  Pelepasan Irjen Pol. Hary Sudwijanto Bersama Ny. Dion Hary Sudwijanto di Mako Polda Kaltara

“Harapannya, Batik Lulantatibu semakin dikenal, bukan hanya di Nunukan, tetapi juga di tingkat nasional. Kita ingin masyarakat bangga menggunakan produk daerah sendiri,” ujar Andi Annisa.

Menurutnya, batik tidak harus selalu dikenakan dalam acara formal. Wastra daerah juga dapat dikembangkan menjadi busana yang sesuai dengan tren dan karakter penggunanya.

“Batik itu bisa dipakai semua usia. Tidak harus selalu dengan model yang sama. Bisa dikreasikan sesuai gaya masing-masing, bahkan Gen Z juga bisa tampil dengan batik dengan gaya mereka sendiri,” katanya.

Baca Juga  Polda Kaltara Tingkatkan Keimanan dan Semangat Pengabdian

Dorong Perajin Terus Berinovasi

Andi Annisa mengatakan kreativitas menjadi salah satu kunci agar Batik Lulantatibu tetap diminati di tengah perkembangan industri fesyen.

Pengembangan wastra daerah perlu dilakukan melalui berbagai inovasi. Mulai dari desain, pemilihan warna, hingga model busana yang memadukan motif tradisional dengan gaya kekinian.

Menurutnya, keterlibatan generasi muda juga penting untuk menjaga keberlanjutan wastra daerah.

Dekranasda Nunukan berharap semakin luasnya pengenalan Batik Lulantatibu dapat ikut membuka peluang pasar bagi para perajin dan pelaku usaha kriya di daerah.

“Kita ingin Batik Lulantatibu menjadi identitas yang terus hidup dan berkembang. Semakin banyak yang menggunakan dan mengenalnya, semakin besar pula peluang bagi para perajin kita untuk berkembang,” tuturnya.

Baca Juga  Pemkab Nunukan Doa Bersama Wujudkan Pilkada Aman dan Damai

Keikutsertaan Batik Lulantatibu dalam Kriya Nusa 2026 sekaligus menunjukkan potensi produk budaya dari wilayah perbatasan. Nunukan memiliki wastra dan produk kriya yang dapat diperkenalkan lebih luas tanpa meninggalkan identitas daerah.

Bagi Dekranasda Nunukan, pengembangan wastra lokal bukan sekadar mempertahankan tradisi. Batik Lulantatibu juga didorong agar terus beradaptasi dengan perkembangan zaman sehingga memiliki nilai ekonomi dan pasar yang semakin luas. (mdn/*hm/simpatik/red)

Bagikan

Tinggalkan Balasan