Desa Sarjana Unggul Jadi Andalan Bupati Wempi Bangun SDM Malinau hingga Pelosok Negeri

oleh -1848 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten Malinau terus memperkuat investasi di sektor pendidikan sebagai fondasi pembangunan jangka panjang. Di bawah kepemimpinan Bupati Malinau Wempi W. Mawa, Program Desa Sarjana Unggul menjadi salah satu kebijakan strategis untuk memastikan anak-anak di desa, pedalaman, hingga wilayah perbatasan memiliki kesempatan yang sama mengenyam pendidikan tinggi.

Bagi Pemkab Malinau, pembangunan tidak hanya diwujudkan melalui infrastruktur fisik, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karena itu, pendidikan ditempatkan sebagai investasi utama untuk mencetak generasi yang mampu membawa perubahan di daerahnya sendiri.

Program Desa Sarjana Unggul dirancang agar putra-putri Malinau, khususnya yang berasal dari keluarga kurang mampu maupun daerah terpencil, memperoleh akses kuliah tanpa terbebani biaya pendidikan. Seluruh pembiayaan, mulai dari biaya kuliah, SPP, SKS hingga administrasi pendidikan, ditanggung melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Baca Juga  Safari Ramadan Perdana di Langap, Tegaskan Pentingnya Toleransi dan Kedekatan Pemerintah dengan Warga

Komitmen tersebut sejalan dengan visi Bupati Wempi W. Mawa yang menempatkan pemerataan pendidikan sebagai salah satu prioritas pembangunan daerah. Menurutnya, masyarakat yang tinggal di wilayah perbatasan tidak boleh tertinggal hanya karena keterbatasan akses maupun kondisi ekonomi.

Melalui program ini, para penerima beasiswa tidak hanya didorong menyelesaikan pendidikan di perguruan tinggi, tetapi juga dipersiapkan untuk kembali ke desa asal sebagai tenaga profesional yang mampu mengembangkan potensi lokal.

Keahlian yang diperoleh di bangku kuliah diharapkan dapat diterapkan pada sektor pertanian, pariwisata, ekonomi kreatif, pelayanan publik, hingga penguatan pemerintahan desa.

Antusiasme masyarakat terhadap program tersebut juga terus meningkat. Pada pelaksanaan tahun 2026, sebanyak 662 peserta mengikuti tahapan seleksi yang terdiri atas 260 peserta secara luring dan 402 peserta secara daring melalui berbagai jalur, seperti jalur prestasi, keluarga kurang mampu, kebutuhan pemerintah daerah, keagamaan, kerja sama, profesi, hingga sekolah penerbangan.

Baca Juga  Koperasi PNS Mafit Jaya Malinau Didorong Bertransformasi ke Sistem Digital

Hingga tahun 2026, jumlah mahasiswa aktif yang sedang menempuh pendidikan melalui Program Desa Sarjana Unggul telah mencapai 1.076 orang. Angka tersebut menunjukkan meningkatnya minat generasi muda Malinau untuk melanjutkan pendidikan tinggi sekaligus menjadi bagian dari pembangunan daerah.

Komitmen Pemkab Malinau juga tercermin dari besarnya anggaran yang terus meningkat setiap tahun. Pada 2023, pemerintah mengalokasikan sekitar Rp5 miliar untuk membiayai ratusan mahasiswa. Anggaran tersebut meningkat menjadi Rp18,75 miliar pada 2024 dan kembali naik menjadi Rp47,9 miliar pada 2025 sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi.

Baca Juga  Kejati Kaltara Ubah Keterangan Soal Kasus Kredit PT SSP, Bukan BRI Melainkan Eks BRI Agro

Melalui kebijakan tersebut, Bupati Wempi W. Mawa ingin memastikan pembangunan sumber daya manusia berlangsung merata hingga ke pelosok dan kawasan perbatasan. Dengan semakin banyaknya sarjana yang lahir dari desa-desa di Malinau, pemerintah berharap muncul generasi yang mampu menjadi pemimpin, inovator, sekaligus penggerak pembangunan di wilayahnya masing-masing.

Program Desa Sarjana Unggul pun menjadi salah satu wujud nyata komitmen Pemerintah Kabupaten Malinau bahwa kemajuan daerah tidak hanya diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari lahirnya sumber daya manusia yang berkualitas, berdaya saing, dan siap membangun Malinau dari desa hingga kawasan perbatasan. (***)

Bagikan

Tinggalkan Balasan