Perjuangan Pemprov Kaltara Berbuah, Program Kelistrikan Rp471 Miliar Siap Digulirkan dan Sasar Daerah Perbatasan

oleh -1007 Dilihat
oleh

TANJUNG SELOR, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) memperoleh dukungan program pembangunan sektor ketenagalistrikan senilai Rp471 miliar dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). Dukungan tersebut akan diarahkan untuk memperluas akses listrik di wilayah pedalaman, perbatasan, dan desa-desa yang hingga kini belum terlayani secara optimal.

Keberhasilan memperoleh alokasi anggaran tersebut merupakan hasil koordinasi intensif antara Pemprov Kaltara dengan Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM. Langkah itu dilakukan sebagai tindak lanjut atas arahan Gubernur Kalimantan Utara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H, M.Hum agar percepatan pemerataan layanan listrik menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Utara, Dr. Ferdy Manurun Tanduklangi, S.E., M.Si., mengatakan pihaknya membawa berbagai data dan kebutuhan riil di lapangan saat melakukan pemaparan di hadapan jajaran Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan.

Baca Juga  BKAD Kaltara Pastikan Hak PPPK Aman, Rp36,96 Miliar TPP Sudah Disiapkan

Menurutnya, tantangan penyediaan listrik di Kaltara tidak hanya berkaitan dengan keterbatasan jaringan, tetapi juga dipengaruhi kondisi geografis yang didominasi kawasan perbatasan dan wilayah terpencil dengan akses transportasi yang masih terbatas.

“Masih ada ribuan kepala keluarga yang belum menikmati listrik serta puluhan desa yang membutuhkan peningkatan layanan kelistrikan. Kondisi itu menjadi fokus yang kami sampaikan kepada pemerintah pusat agar mendapat dukungan program,” ujar Ferdy.

Data Dinas ESDM menunjukkan sekitar 7.956 kepala keluarga masih belum memperoleh akses listrik, sementara 60 desa belum menikmati layanan kelistrikan secara memadai.

Baca Juga  Hari Kelima Fornas VIII NTB, Kontingen Kaltara Raih 9 Emas, 6 Perak, 11 Perunggu

Dalam forum tersebut, Pemprov Kaltara tidak hanya memaparkan persoalan yang dihadapi, tetapi juga menawarkan strategi percepatan elektrifikasi agar seluruh wilayah dapat memperoleh akses energi secara bertahap dalam tiga tahun mendatang.

Upaya tersebut mendapat respons positif dari Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan. Pemerintah pusat menilai percepatan pembangunan kelistrikan di Kalimantan Utara sejalan dengan target pemerataan akses energi nasional, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan perbatasan dan daerah terluar.

Dari hasil koordinasi tersebut, Kaltara memperoleh tiga paket program utama dengan nilai total Rp471 miliar, meliputi:

Baca Juga  Bupati Bulungan Beri Insentif Rp 900 Ribu Perbulan untuk Guru Paud hingga SMP

Perluasan jaringan listrik di 62 lokasi senilai sekitar Rp200 miliar.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Terpadu di 16 lokasi dengan nilai sekitar Rp250 miliar.

Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) bagi 3.600 rumah tangga dengan anggaran sekitar Rp21 miliar.

Program-program tersebut akan direalisasikan secara bertahap sesuai tahapan pelaksanaan dari pemerintah pusat. Pemprov Kaltara berharap dukungan ini mampu meningkatkan rasio elektrifikasi daerah, memperkuat pelayanan dasar masyarakat, sekaligus membuka peluang pertumbuhan ekonomi di wilayah pedalaman, perbatasan, terluar, dan terpencil. (*****)

Bagikan

Tinggalkan Balasan