Tahap Awal SINERGI KALTARA Tuntas, Pemprov Fokus Perkuat UMKM

oleh -1009 Dilihat
oleh

JAKARTA, Kaltaraaktual.com- Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Kalimantan Utara (Kaltara), H. Denny Harianto, S.E., M.M., menuntaskan tahapan jangka pendek proyek perubahan melalui inovasi Sistem Integrasi Nilai Ekonomi Rantai Global Industri untuk Kalimantan Utara (SINERGI KALTARA).

Capaian tersebut dipaparkan Sekprov Denny dalam Seminar Implementasi Proyek Perubahan yang digelar di ASN Corporate University, Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Jakarta, Selasa (1/9/26).

Dalam tahap awal ini, sejumlah target utama berhasil direalisasikan. Di antaranya pembentukan Forum Koordinasi Multipihak (FKM), pemetaan kebutuhan industri, pembangunan platform digital, penerbitan regulasi kemitraan, serta penandatanganan nota kesepahaman antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltara dengan PT. KIPI dan PT. PKN.

Baca Juga  Gubernur Zainal Dorong Kolaborasi HIPMI dan Investor Demi Pertumbuhan Ekonomi Kaltara

Langkah tersebut menjadi bagian penting untuk memastikan pertumbuhan investasi di Kaltara ikut memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Melalui SINERGI KALTARA, pengusaha Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) diharapkan memiliki jalur yang lebih jelas untuk masuk dan memenuhi kebutuhan rantai pasok industri.

Seminar tersebut turut didukung Gubernur Kaltara, Dr. H. Zainal A. Paliwang, S.H., M.Hum., selaku Mentor. Hadir pula Dr. Ir. Robinson Hasoloan Sinaga, S.H., LL.M., sebagai Coach dan Dr. Andi Taufik, M.Si., sebagai narasumber.

Baca Juga  Pemprov dan UBT Bahas Peluang Kuliah bagi Anak Daerah Kaltara

Gubernur Zainal menegaskan Pemprov Kaltara akan terus mengawal implementasi SINERGI KALTARA agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas, khususnya oleh pelaku UMKM.

“SINERGI KALTARA menjadi langkah nyata untuk menghubungkan potensi lokal dengan pertumbuhan industri. Kita ingin investasi yang masuk ikut meningkatkan kesejahteraan UMKM Kaltara,” tegas Zainal.

Sementara itu, Sekprov Denny mengatakan penyelesaian tahap awal bukan menjadi akhir dari program tersebut. Tahapan selanjutnya akan diarahkan pada penguatan kapasitas dan sertifikasi produk UMKM, perluasan platform digital, serta pengembangan kerja sama dengan industri di kawasan ekonomi Kaltara.

Baca Juga  Cegah Kesalahpahaman Publik, ALOK Kaltara Luruskan Informasi Terkait DBH Pajak

Pendampingan juga akan diperkuat, terutama dalam peningkatan kualitas produk, kemasan, manajemen usaha, digitalisasi, hingga akses pembiayaan. Upaya ini akan melibatkan lembaga keuangan, perguruan tinggi dan asosiasi dunia usaha.

“Melalui SINERGI KALTARA, kami ingin memastikan UMKM Kaltara tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut menjadi pelaku utama yang berdaya saing dalam rantai pasok industri global,” ujar Denny.

Ke depan, SINERGI KALTARA diharapkan tidak hanya memperkuat keterlibatan UMKM dalam pertumbuhan industri daerah, tetapi juga dapat menjadi model pengembangan ekonomi daerah yang inklusif dan berdaya saing. (dkisp)

Bagikan

Tinggalkan Balasan