Pemkab Malinau Apresiasi Antusiasme Wartawan Ikut UKW, Peserta Datang dari Berbagai Daerah

oleh -1009 Dilihat
oleh

MALINAU, Kaltaraaktual.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau melalui Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim) bekerja sama dengan London School of Public Relations (LSPR) menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara tatap muka di Ruang Laga Fratu, Kantor Bupati Malinau, Jumat (11/9/26).

Kegiatan ini diikuti peserta dari Kabupaten Malinau maupun sejumlah daerah lain di Kalimantan Utara. Tingginya antusiasme peserta disebut menjadi sinyal meningkatnya kesadaran wartawan untuk menguji sekaligus meningkatkan kompetensinya.

Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Daerah Malinau, H. Kamran Daik, yang mewakili Sekda Malinau Ernes Silvanus saat membuka kegiatan, menyampaikan apresiasi atas semangat peserta mengikuti UKW.

“Kami menyambut baik peserta dari Malinau maupun luar Malinau yang antusias mengikuti UKW yang diselenggarakan Pemkab Malinau bersama LSPR,” kata Kamran.

Baca Juga  Menarik! Debat Publik Pilkada Nunukan, Paslon GAAS Konsisten Cerminkan Kearifan Lokal Batik Lulantatibu

Menurut Kamran, perkembangan teknologi membuat masyarakat semakin mudah mengakses informasi. Karena itu, peran wartawan menjadi semakin penting sebagai penyampai informasi yang benar, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Ia menegaskan profesionalisme wartawan harus terus ditingkatkan melalui ruang belajar, pelatihan, dan pertukaran pengalaman.

“Ikuti kegiatan ini dengan sungguh-sungguh. UKW bukan hanya soal mendapatkan sertifikat, tetapi kesempatan meningkatkan kualitas diri dan profesionalisme sebagai wartawan,” ujarnya.

Kamran juga menekankan hubungan pemerintah dan insan pers harus terus dijaga secara sehat.

Menurutnya, wartawan tidak hanya menjadi corong informasi pembangunan, tetapi juga menjalankan fungsi kontrol terhadap kinerja pemerintah demi kemajuan Kabupaten Malinau.

Baca Juga  Bahlil Puji Syarwani: Tangga Politiknya Mulus, Setelah Bupati Mungkin Ada yang Lebih Besar

“Kami akan terus menjaga hubungan baik dengan wartawan. Pers menjadi mitra sekaligus kontrol bagi pemerintah, dengan tetap saling menghargai demi kemajuan Malinau,” tuturnya.

Sementara itu, Penguji UKW dari LSPR, Akhmad Edhy Aruman, mengingatkan tantangan jurnalistik saat ini semakin besar seiring pesatnya perkembangan media digital dan kecerdasan buatan (AI).

Ia menegaskan UKW bukan sekadar formalitas memperoleh sertifikat, melainkan proses mengukur kemampuan wartawan dalam memahami pengetahuan, keterampilan, hingga kode etik jurnalistik.

“UKW bukan sekadar memperoleh sertifikat, tetapi mengukur pengetahuan, keterampilan, dan pemahaman wartawan terhadap etika jurnalistik,” katanya.

Edhy menilai kecepatan penyebaran informasi di era digital tidak boleh mengalahkan prinsip dasar jurnalistik. Verifikasi, keseimbangan, independensi, dan tanggung jawab kepada publik tetap harus menjadi pegangan utama setiap wartawan.

Baca Juga  Sinergi Bersama, Polda Kaltara Gelar Baksos Kemanusiaan

“Kecepatan tidak boleh mengalahkan akurasi. Verifikasi dan etika jurnalistik harus tetap menjadi prinsip utama,” tegasnya.

Ia juga menyoroti penggunaan AI dalam proses jurnalistik. Menurutnya, teknologi bisa dimanfaatkan sebagai alat bantu, namun tidak dapat menggantikan sikap kritis dan tanggung jawab wartawan dalam memastikan kebenaran informasi.

“AI boleh dimanfaatkan, tetapi setiap informasi tetap harus diverifikasi sebelum dipublikasikan,” ujarnya.

Edhy berharap UKW di Malinau mampu melahirkan wartawan yang profesional, kritis, berimbang, akurat, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan etika jurnalistik. (**/dkm)

Bagikan

Tinggalkan Balasan